15 Film Indonesia Diputar di Roma
Tanggal Posting : Senin, 6 Oktober 2014 | 11:47
Pengirim : redaksi - Dibaca : 837 Kali

Roma, Jurnalinfo.com - Sebanyak 15 judul film Indonesia diputar di Roma, Italia dalam Festival Asiatica Filmmediale (FAF) ke-15 yang berlangsung 26 September-4 Oktober 2014. Pemutaran film berlangsung di tiga lokasi, yaitu Museo Macro, Teatro Palladium,dan Teatro Ambra. Setiap pemutaran film mendapat sambutan dan apresiasi dari masyarakat Italia.

 
Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, dalam rangka kunjungan kerjake Italia (Vatikan, Roma, Florence dan Venice) pada 1-4 Oktober 2014. Hadir juga beberapa sineas Indonesia seperti Hanung Bramantyo, John Badalu, Yosep Anggi Noen, dan Nia Dinata.

 

Kelima belas judul film yang diputar, yaitu: Lewat jam malam (Usmar Ismail); Soekarno (Hanung Bramantyo); A Lady Caddy who Never Saw a Hole in One (YosepAnggiNoen); Lewat Sepertiga Malam (Orizon Astonia); Something in the Way (Teddy Soeriaatmadja); Pecullar Vacation and other Ilnesses( Yosep Anggi Noen);  400 Words (Ismael Basbeth); Sepatu Baru(Aditya Ahmad); Waiting for Colors (Adriyanto Dewo); TandaTanya (Hanung Bramantyo); What They do not Talk about when they talk about Love (Mouly Surya); Opera Jawa (Garin Nugroho); Denok dan Gareng (Dwi Sujanti Nugraheni);  Provokator Damai (Rifky Husain, Ali Madi Salay); dan They Live to Die (Tino Saroengallo).

 
FAF secara resmi dibuka 26 September 2014 oleh Duta Besar RI untuk Vatikan, Budiarman Bahar, dan Direktur Artistik FAF, Italo Spinelli. Indonesia pada 2014 ini telah menjadi Fokus Country, turut memeriahkan acara dengan pertunjukkan kesenian Puspo Budoyo dari Jakarta serta jamuan makan malam dengan menyuguhkan masakan khas Indonesia.

 
Disamping berpartisipasi dalam kegiatan FAF, di tempat yang sama, Museum MACRO, KBRI Vatikan juga menyelenggarakan pameran seni kontemporer yang diberi judul SHOUT! dengan menampilkan hasil karya beberapa seniman muda Indonesia yang berdomisili di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta.

 
Sementara itu, saat berkunjung ke Vatikan, Menparekraf melakukan audiensi dengan Paus Fransiskus serta mendapatkan tawaran dari Direktur Museum Vatikan untuk memperpanjang kerjasama antara Indonesia danVatikan.

 
Menparekraf menyambut baik promosi pariwisata di Vatikan, tempat ini strategis mengingat setiap harinya sangat ramai oleh pengunjung, jumlahnya mencapai lebih dari 10.000 orang. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Museum Vatikan juga menyampaikan keinginannya untuk melakukan kunjungan ke Indonesia tahun 2015.

 
Sejak tahun lalu, pihak Museum Vatikan menyediakan tempat bagi Pemerintah RI untuk mempromosikan pariwisata Indonesia dengan memajang miniatur Borobudur, cuplikan relief Borobudur, patung, wayang kulit, miniature seperangkat gamelan kuno, benda bersejarah lainnya, serta foto-foto yang menggambarkan keindahan Indonesia.

Pengunjung merasa puas karena promosi Indonesia menempati lahan yang sangat luas, lebih luas dibanding negara-negara lain yang terdapat di Museum Vatikan. (rei)




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>