APJATIN Gelar Musyawarah Kerja
Tanggal Posting : Jumat, 22 Desember 2017 | 13:34
Pengirim : ferita - Dibaca : 138 Kali

Bogor,  Jurnalinfo. Com- Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan dan kawal Angkut Uang dan Barang berharga serta Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Tunai)  atau APJATIN,  didirikan 2008 dengan berbadan hukum akta perubahan terakhir tahun 2016.

APJATIN berkerjasama dengan Bank Indonesia Penyusunan Kerja Tahunan .
"Kegiatan pengolahan uang tercatat pada 2015 sebesar kurang lebih Rp1.700 Trilliun per tahun, meningkat pada 2016 sebesar Rp2.200 Triliun dan kemudian pada November 2017 tercatat meningkat sekitar lebih dari 3000 Triliun per bulan atau 263,6 Triliun per bulan," kata Inne Yuaniza, Ketua Umum APJATIN, dalam acara "Penyusunan Rencana Kerja Tahunan APJATIN", di Aston Sentul Lake Resort, Jl. Pakuan No. 3 Sentul, Babakan Madang, Bogor, Kamis (21/10). 


Menurut Inne, sesuai dengan ketentuan anggaran dasar APJATIN, musyawarah kerja APJATIN merupakan forum tertinggi untuk menetukan rencana kerja tahunan. Dimana agenda musyawarah kerja hari ini sudah diatur untuk dibagi dalam lima kelompok bidang yang masing-masing akan membuat usulan program kerja tahun 2018. 


"Dan dalam acara ini APJATIN mengundang dua regulator, yakni Bank Indonesia dan BARHAKAM POLRI untuk memberikan arahan serta pandanganya," ujar Inne. 


Inne melanjutkan, memang kita sudah berkerjasama dengan Bank Indonesia untuk melakukan pelatihan yang dimana nama pelatihan tersebut adalah CIKUR  untuk menentukan keaslian uang rupiah. Kerjasama antara APJATIN dengan Bank Indonesia dengan dilakukan beberapa kota dan program ini sudah di lakukan sejak tahun 2012 sampai tahun 2017 sudah mencapai 1600 orang yang sudah tersertifikasi. 
"Hingga 2018 akan diteruskan program yang sama sedangkan semua itu akan dilakukan oleh Iman selaku ketua," terang Inne. 
Bahwa terdapat dua kendala, lanjut Inne, yang pertama Kepolisian Republik Indonesia. Karena jumlah Kepolisian Indonesia terbatas dan kadang-kadang tenaga polisi berkurang karena polisi punya pekerjaan lain.


"Dalam pengiriman jalan suka macet, tapi alhamdulilah semua bisa di atasi itu yang jadi kendala yang kami alami," ungkapnya. 
Inne manambahkan, ada dua metode satu itu manual, manual itu pakai training. Dan training itu sertifikasi kasir dari BI, mereka training keaslian uang rupiah dan kalau manual manusia itu ada batasnya. 


"Mesin sortas sudah bisa mengatasi uang palsu jadi itu yang kita lakukan, dan tentunya juga dengan komunikasi, pelatihan," pungkas Inne.(Pras) 




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>