Adipati Dolken-Putri Malino Jatuh Cinta di Film Posesif
Tanggal Posting : Rabu, 13 Sepember 2017 | 10:32
Pengirim : redaksi - Dibaca : 158 Kali
Putri Malino dan Adipati Dolken

Jakarta, Jurnalinfo.com- Hidup Lala (Putri Marino) jungkir balik. Bukan karena ia seorang atlet loncat indah, bukan pula karena ayahnya yang keras melatihnya, tapi karena Yudhis (Adipati Dolken), murid baru di sekolahnya. Yudhis adalah cinta pertama Lala. Dia berhasil mengikat hati Lala hanya untuknya dan membuat gadis itu berjanji setia selamanya.

Namun perlahan Lala dan Yudhis harus menghadapi bahwa kasih mereka bisa hadirkan kegelapan. Cinta Yudhis yang awalnya tampak sederhana dan melindungi ternyata rumit dan berbahaya. Janji mereka untuk setia selamanya malah jadi jebakan.

Sekarang Lala mengambang dalam pertanyaan: apa artinya cinta? Apakah seperti loncat indah, yang bila gagal, harus ia terus coba lagi atas nama kesetiaan? Ataukah ia hanya sedang tenggelam dalam kesia-siaan

Itulah Sinopsis dari film Posesif yang diperankan aktor ganteng  Adipati Dolken yang akan tayang pada Oktober 2017 mendatang.


Ketika mendapatkan tawaran main di film remaja dengan lawan main pemain baru asal Bali, membuatnya tak kuasa menolak. Peran Yudhis berhasil membuat pemain film Perahu Kertas dan Jenderal Soedirman ini bertekuk lulut.

Pemenang piala Citra kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik FFI 2013 untuk film Sang Kiai ini merasa tertantang untuk mengembangkan sosok cinta pertama Lala yang kompleks.

"Ini membuat gue harus nge-push diri gue untuk memberi lebih, yang membuat gue semakin matang sebagai aktor," ungkap Adipati.

Selain itu, ia juga diberi kebebasan oleh sutradara Edwin untuk menyumbangkan ide-ide dalam menginterpretasikan Yudhis.

Sementara pemeran utama wanita film Posesif, artis Putri Marino mengungkapkan dirinya sangat mengagumi karya dari sutradara Edwin sejak dulu. Tak heran, aktris pendatang baru berbakat yang dikenal sebagai presenter acara travel and adventure di salah satu stasiun TV swasta ini sangat jatuh cinta dengan karakter Lala.

Alasannya sangat personal, yaitu karena ia sangat dekat dengan karakter Lala kalau sudah berurusan dengan yang namanya cinta.

Putri juga bersyukur karena tim Posesif sangat solid dan sangat membantunya mulai dari proses riset untuk mendalami karakter Lala, selama proses persiapan, khususnya saat membaca skenario, dan juga saat pengambilan gambar untuk film pertamanya ini.

Film ini merupakan kolaborasi unik sutradara Edwin dengan penulis cerita Gina S Noer dan diproduseri oleh Meiske Taurisia dan Muhammad Zaidy, atau biasa dipanggil Eddy.

Film Posesif bercerita tentang Lala (Putri Marino) si atlet loncat indah yang hidupnya jungkir balik setelah menemukan cinta pertamanya, Yudhis (Adipati Dolken), murid baru di sekolahnya.

Janji setia Lala untuk Yudhis malah jadi jebakan, karena cinta Yudhis yang awalnya sederhana dan melindungi ternyata rumit dan berbahaya. Lala pun mengambang dalam pertanyaan: apa artinya cinta?

Apakah seperti loncat indah yang bila gagal, harus ia coba lagi atas nama kesetiaan? Ataukah ia hanya sedang tenggelam dalam kesia-siaan? REI




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>