Apa Kabarnya Pebulutangkis Mia Audina
Tanggal Posting : Jumat, 19 Sepember 2014 | 15:34
Pengirim : Redaksi - Dibaca : 1271 Kali
Gaya Mia Ketika Masih Menjadi Atlet (Foto: Dokumentasi, PBSI)

Jakarta, Jurnalinfo - Pecinta bulutangkis di era tahun 90-an pasti mengenal sosok Mia Audina. Setelah memutuskan menjadi warga negara Belanda tahun 1999, namanya tak lagi terdengar. Apa kabarnya kini?

Saat masih aktif sebagai pemain bulutangkis, Mia dijuluki Si Anak Ajaib. Julukan tersebut melekat padanya berkat penampilan istimewanya saat final Piala Uber 1994. Saat itu, Mia masih berusia 14 tahun dan menjadi penentu kemenangan tim Uber Indonesia melawan Tiongkok dengan skor 3-2. Ia juga tercatat sebagai pemain bulutangkis termuda yang tampil di Piala Uber.

Saat menghadapi Tiongkok, Mia diturunkan sebagai tunggal ketiga yang turun di pertandingan kelima atau terakhir. Di pertandingan pertama, Susi Susanti berhasil mengalahkan Ye Zhaoying, 11-4 dan 12-10. Indonesia kembali meraih kemenangan di pertandingan kedua setelah ganda Finarsih/Lili Tampi mengandaskan Chen Ying/Wu Yuhong, 15-13 dan 17-16.

Namun, Tiongkok mampu bangkit dan meraih dua kemenangan berikutnya. Yuliani Santoso dikalahkan Hang Jigna, 5-11 dan 5-11. Begitu juga dengan ganda kedua, Eliza Nathanael/Zelin Resiana. Mereka kandas dari Ge Fei/Gu Jun, 10-15 dan 8-15. Harapan Indonesia ada di pundak pemain berusia 14 tahun, Mia Audina. Sempat menang di set pertama 11-7, Mia kalah 10-12 di set kedua. Di set penentuan, Mia berhasil meraih kemenangan meyakinkan 11-4 atas Zhang Ning.
Setelah itu, Mia langsung didapuk sebagai penerus Susi Susanti, seniornya yang lebih dulu menjadi tunggal putri terbaik Indonesia dan juga dunia.

Perempuan kelahiran 22 Agustus 1979 itu kembali berhasil membawa Indonesia menjuarai Piala Uber tahun 1996 sekaligus yang terakhir hingga saat ini.
Di nomor perseorangan, Mia mampu menjuarai Indonesia Terbuka 1998, meraih medali perak Olimpiade 1996, juara Jepang Terbuka 1997. Sayang, di tahun 1999, Mia memutuskan pindah warga negara Belanda mengikuti sang suami, Tylio Lobman, yang merupakan seorang penyanyi gospel asal Suriname berkebangsaan Belanda.

Sejak itu, Mia bertanding di bawah bendera Belanda di turnamen internasional. Meski jarang terekspos, beberapa gelar juara berhasil diraihnya, seperti medali perak Olimpiade Athena 2004, juara Belanda Terbuka 2005, juara Jepang Terbuka 2004, juara Kejuaraan Eropa 2004, dan juara Jerman Terbuka 2002.

Setelah memutuskan gantung raket tahun 2006 lalu, Mia mengaku tak mengikuti lagi perkembangan bulutangkis, termasuk Indonesia. Ia pun tak berani menjawab ketika ditanya peluang tim Uber Merah Putih.

"Jujur saya tidak pernah mengikuti perkembangan bulutangkis lagi. Saya saja tidak tahu siapa saja pemain Indonesia yang memperkuat tim Uber. Tapi, sepertinya Tiongkok masih menjadi unggulan. Saat ini juga banyak negara yang dulu tak diperhitungkan justru mengalami kemajuan seperti Thailand dan India," katanya.

Setelah pensiun, Mia mengaku ada beberapa tawaran yang datang kepadanya untuk menjadi pelatih. Tidak hanya di Indonesia, tapi di luar negeri.
"Ada (tawaran), beberapa kali. Tapi untuk saat ini saya belum tertarik. Saya masih sibuk bolak-balik Belanda-Indonesia. Tapi tidak menutup kemungkinan juga menjadi pelatih. Apalagi suami saya tak pernah melarang," ia menambahkan. (dno)




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>