Bekasi Jaman Now, Harus Inklusif!
Tanggal Posting : Rabu, 14 Februari 2018 | 12:23
Pengirim : REI - Dibaca : 206 Kali

Bekasi, Jurnalinfo.com- Keriaan warga Bekasi, Jawa Barat, pekan lalu, Minggu (11/2)  dalam meriahkan HUT Kota Bekasi ke-21 yang diberi tajuk Pesta Rakyat Zaman Now harusnya bersifat inklusif, bukan eksklusif.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Investasi Dan Penggalangan Dana Gerbang Betawi David Darmawan. Menurut tokoh muda Betawi yang tinggal di Bekasi itu, para pengusaha maupun Pemerintah di Bekasi, apabila menggelar kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak hendaknya orientasinya ke aksi nyata dan Bekasi Jaman now, untuk menampilkan budaya dan kearifan lokal, dan tidak hedonisme dan konsumerisme 

"Begitu juga kegiatan Bank, BUMN di areal Summarecon ini terlalu sporadis dan komersial, sementara yang kita mau kegiatan-kegiatan di Bekasi itu inklusif yaitu melibatkan orang banyak, dimana pesta rakyat Bekasi ini harus dari kita, oleh kita dan untuk kita.

David Darmawan ingin mengharapkan agar Budaya Betawi di Bekasi menjadi Budaya Bekasi Now yang inklusif bukan ekslusif,budaya bekasi yang spektakuler digital dan smartcitty to wise city.

Bagaimanapun kegiatan-kegiatan dapat menjadi sarana ketangguhan budaya yang dapat melahirkan Generasi Penerus maupun seluruh elemen masyarakat dan menciptakan suatu sistem secara sosial ekonomi yang mengangkat kearifan lokal kota Bekasi itu sendiri".

Sementara Bang Braders pecinta seni budaya mengatakan bahwa Pesta Rakyat di kawasan Bekasi sebagai Event Organizer (EO) Bekasi Zaman Now seharusnya kegiatan budaya ini dari kita oleh kita dan untuk kita.Saya berharap agar kegiatan-kegiatan di Bekasi, sebagai wilayah Betawi Raya, seharusnya bisa mengangkat kebudayaan yang ada di Bekasi menjunjung kearifan lokal, ini butuh niat baik dari seluruh Jajaran Pemerintah Kota Bekasi khususnya Dinas Budaya dan Pariwisata, juga Anggota DPRD, seharusnya Event Organizer (EO) tidak mengutamakan Artis-Artis Ibu Kota, tetapi benar-benar menyertakan seni dan budaya Bekasi, kami selama ini juga Komunitas Seni Tradisi Betawi sudah menggelar pertunjukan maupun latihan-latihan rutin dalam melestarikan maupun mengembangkan budaya lokal.

"Tapi kami justru ditinggalkan oleh Dinas Pariwisata dan Budaya kota Bekasi, Kami Komunitas Penggiat Budaya Bekasi kecewa pada Disparbud Kota Bekasi", ujar Bang Braders dengan tegas.

Disamping itu banyaknya UMKM di Bekasi Seharusnya juga dilibatkan dalam event-event khusus di Bekasi maupun di wilayah lain di Kota Bekasi Jangan hanya menjual lapak-lapak atau tenda-tenda yang harganya cukup mahal dan tidak terjangkau oleh UMKM di Bekasi.

"Masak harga sewa satu stand dipatok dari Rp. 1 Juta hingga Rp. 1.6 juta perhari. Terlalu mahal. Seharusnya aktivitas Zaman Now harus banyak melibatkan anak-anak muda Betawi", tambah Bang Braders.

"Ke Mangga Besar kongkow-kongkow, jangan lupa lewat Pasar Pagi, Bekasi apa yang kita inginkan di hati, Bekasi Zaman Now yang tidak lupa diri", tutup David dengan pantunnya. 

Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Drahim Sada menjelaskan bahwa pihak Pemerintah Bekasi tidak menghargai budaya lokal, dimana dalam pernyataannya bahwa dodol dijadikan sebagai pembatas dan tiang-tiang dimana dodol dalam adat Betawi sangat dijunjung tinggi dimana dodol adalah makanan dalam perayaan dan menjadi penyatu dalam adat Betawi. (REI)




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>