Cegah Kisruh PPBD SMP Diubah Jadi Sistem Geografis
Tanggal Posting : Rabu, 6 Februari 2019 | 18:47
Pengirim : Advetorial - Dibaca : 254 Kali
Sistem penerimaan siswa SMP Negeri di Tangerang

Tangerang, Jurnalinfo.com- Dinas Pendidikan ( Disdik) Kota Tangerang, Banten,  mengubah zonasi penerimaan peserta didik baru ( PPDB) SMP Negeri pada tahun anggaran 2019/2020, alasanya sistem zonasi rukun warga (RW) yang pernah dipergunakan menimbulkan kekisruhan bagi orang tua siswa, adapun system baru yang akan diterapkan itu berdasarkan zonasi geografis wilayah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Abduh Surahman mengatakan kajian terhadap penerapan zonasi geografis PPDB siswa SMP Negeri sedang dibahas jajaranya dengan diterapkan system ini, sesuatutamping sekolah dengan jumlah peserta dididk yang ada di satu wilayah.

Memang akan kami ubah sistem zinasi yang lama dengan yang baru, kami pastikan ini tidak akan menyebabkan masalah bagi orang tua siswa, penerimaan siswa akan dilakukan melalui jalur online

Menurutnya lagi sistem geografis yang diterapkan dalam pelaksanaan PPDB online tahun ini diyakini mampu menyelesaikan persoalan ,seperti peserta didik yang berdomisili bersebelahan dengan sekolah dapat mengikuti seleksi masuk kendati berbeda RW

Belajar dri pengalam tahun lalu, makanya celah yang menimbulkan masalah dilapangan coba ditutup, maka tahun ini kami coba menginventarisasi persoalaan yang mukin muncul dengan menggunakan sistem geografis ujar surahman dijelaskan juga penerapan system zona geografis pada PPDB tingkat SMP negeri ini akan diterapkan pada enam sekolah.

Tapi saat ini baru dua sekolah yang siap dengan sistem baru itu, yakni SMP Negeri 23 dan SMP Negeri 21 sedangkan empat sekolah lagi masih dalam kajian, harus dilihat dulu daya tamping sekolah dan jumlah siswa yang ingin masuk, masih dalam kajian, jika layak maka dapat diterapkan system ini, semua masih memungkinkan untuk dibbberlakukan zonasi geografis.

Surahman mangaku penerapan zonasi RW pada Pelaksanaan PPDB tahun lalu menimbulkan banyak persoalaan, dimana siswa yang diterima di sekolah negeri hanya yang tinggal berjarak 10 meter dari gedung sekolah, sehingga yang dapat hanya berkisar 10 orang siswa, ya ricuh pada saat itu karena yang daftar sangat banyak, tahun ini kami akomodir lebih dari 80 siswa, semua akan ditampung jika memenuhi syarat.

Surahman berharap system zonasi geografis yang akan diterapkan itu dapat mengurangi keluhan masyarakat akan pelaksanaan PPDB, pelaksanaan nya sama dan tidak berbeda kalau adapun hanya ada beberapa sekolah pakai geografis wilayah, seperti nilai, usia dan nomor pendaftaran system tetap online semua

Sementara itu pengamat Pendidikan Universitas Indonesia Hanamen Samuel, Perubahan Sistem PPDB dari zonasi RW menjadi Zona Geografis tepat, namun system itupun harus melihat daya tamping sekolah dan juga jumlah pengajar, jadi system zonasi baru yang diterapkantan tak menuai persoalaan kembali. ADVETORIAL

 

 




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>