Dua Jenderal Polisi Jadi Korban Djoko Tjandra
Tanggal Posting : Sabtu, 18 Juli 2020 | 08:47
Pengirim : Kausar - Dibaca : 153 Kali
Buronan koruptor Djoko Tjandra

Jakarta, Jurnalinfo.com-Buronan koruptor yang menyengsarakan seluruh rakyat Indonesia, Djoko Tjandra, menimbulkan "korban" di kalangan petinggi Mabes Polri.  Kapolri Jenderal Idham Azis langsung mengambil tindakan tegas dengan  mencopot jabatan dua jenderal di lingkungan Mabes Polri.

Kedua jenderal itu adalah Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadiv Hubinter) Mabes Polri, Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte, dan Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigadir Jenderal Nugroho Slamet Wibowo.

Keduanya diduga telah melanggar kode etik kepolisian, terkait keliar masuknya buronan kasus Bank Bali, Djoko Tjandra ke Indonesia.

Hal itu dikatakan Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono kepada wartawan.

"Penyebabnya adalah pelanggaran kode etik, maka keduanya dimutasi," kata Argo

Pencopotan dua perwira tinggi itu termaktub dalam surat telegram (STR) nomor ST/2076/VII/KEP/2020 yang ditandatangani oleh Asistem Sumber Daya Manusia (SDM) Polri Irjen Sutrisno Yudi Hermawan atas nama Kapolri tertanggal 17 Juli 2020. Dalam surat telegram itu, Napoleon dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Inspektorat Pengawasan Umum Polri. Sementara posisi Napoleon digantikan oleh Wakil Kapolda NTT Brigjen Johanis Asadoma.

Sedangkan Brigadir Jenderal Nugroho Slamet Wibowo dicopot dari jabatannya sebagai Sekretaris NCB Interpol Indonesia. Ia dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama bidang Jianbang Lemdiklat Polri.

Posisi Nugroho kemudian digantikan oleh Brigjen Amur Chandra Juli Buana yang sebelumnya menjabat Kadiklatsusjatrans Lemdiklat Polri.

Dalam surat yang sama, Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Kombes Andian Rian R. Djajadi, diangkat sebagai Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri menggantikan Brigjen Prasetijo Utomo. Prasetijo lebih dahulu dicopot karena terbukti membuat surat jalan untuk Djoko Tjandra melakukan perjalanan dari Jakarta ke Pontianak pada akhir Juni 2020 lalu.

Sebelumnya, Indonesia Police Watch (IPW) menduga dua lembaga di internal kepolisian membantu pelarian buronan kasus Bank Bali Djoko Tjandra. Dua lembaga itu adalah Bareskrim dan NCB Interpol Indonesia Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri.

KAUSAR

 




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

https://www.iisip.ac.id/pmb
http://www.unsoed.ac.id
https://www.coca-cola.co.id/id/home
Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

JURNAL NASIONAL

JURNAL HIBURAN

JURNAL PARIWISATA

JURNAL NASIONAL

JURNAL URBAN

loading...
target=_blank>


target=_blank>