Duh, Bali Tutup Fasilitas Publik Karena Covid-19
Tanggal Posting : Senin, 14 Sepember 2020 | 06:03
Pengirim : Rohmad - Dibaca : 311 Kali

Denpasar, Jurnalinfo.com- Pemerintah Kota Denpasar, Bali memutuskan untuk kembali menutup sementara fasilitas publik, yakni Lapangan Lumintang, Taman Kota, dan Lapangan Puputan Badung, seiring meningkatnya klaster pandemi COVID-19 di kota setempat.


"Meningkatnya intensitas penyebaran kasus COVID-19 di Denpasar, sehingga fasilitas umum yang menyebabnya terjadi kerumunan massa untuk sementara ditutup lagi," kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai di Denpasar, Minggu.

Ia mengatakan langkah yang diambil Pemkot Denpasar itu karena sebagai upaya mencegah terjadinya klaster fasilitas publik pandemi COVID-19.

Ia menjelaskan penularan yang semakin meningkat terjadi sejak diterapkan adaptasi kebiasaan baru beberapa pekan belakangan ini.

Tak hanya di Kota Denpasar, katanya, hampir sebagian besar daerah mengalami lonjakan kasus COVID-19.
"Kasus COVID-19 mengalami lonjakan, untuk itu kita harus lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan, dan untuk sementara waktu, tiga fasilitas publik, yakni Lapangan Lumintang, Lapangan Puputan Badung, dan Taman Kota Lumintang ditutup kembali guna mengurangi kerumunan dan keramaian," ujarnya.

Dewa Rai mengatakan penutupan tiga fasilitas publik itu,  hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Hal itu sembari menunggu evaluasi penanganan dan rekomendasi dari GTPP COVID-19.

"Saat ini kasus penyebaran COVID-19 di Kota Denpasar mengalami peningkatan, mohon agar masyarakat untuk sementara tidak datang ke tiga tempat tersebut, baik untuk berolahraga maupun berekreasi, masyarakat diimbau untuk berolah raga di rumah saja, dan masyarakat agar bisa memaklumi demi kebaikan dan kesehatan kita bersama," ujar dia.

Dewa Rai yang juga Kabag Humas dan Protokol Kota Denpasar itu, menambahkan Pemkot Denpasar terus berkomitmen untuk mendukung bergeraknya perekonomian masyarakat di masa pandemi COVID-19 sehingga fasilitas publik yang memungkinkan untuk penerapan disiplin protokol kesehatan masih tetap dibuka.

Ia mengatakan tidak semuanya ditutup, melainkan yang memiliki resiko tinggi penularan yang tidak terkendali.

"Sejauh ini lapangan dan taman kota ramai dikunjungi hingga larut malam, sehingga dikhawatirkan menjadi klaster baru akibat tidak terkendalinya kerumunan masyarakat, jadi kami berharap masyarakat dapat memaklumi, dan semoga COVID-19 segera tertangani dengan baik," katanya.

ANTARA/ROHMAD




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

https://www.iisip.ac.id/pmb
http://www.unsoed.ac.id
https://www.coca-cola.co.id/id/home
Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

JURNAL NASIONAL

JURNAL HIBURAN

JURNAL PARIWISATA

JURNAL NASIONAL

JURNAL URBAN

loading...
target=_blank>


target=_blank>