Gubernur Banten Minta Kemacetan Lalin di Tol Jakarta-Merak Diatasi
Tanggal Posting : Selasa, 9 Juli 2019 | 17:27
Pengirim : Dodi Rustandi - Dibaca : 119 Kali
Gubernur Banten Wahidin Halim saat menerima jajaran Direksi PT Marga Mandala Sakti (MMS), pengelola Jalan Tol Tangerang – Merak

Serang, Jurnalinfo.com-Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) menerima jajaran Direksi PT Marga Mandala Sakti (MMS), pengelola Jalan Tol Tangerang - Merak di Kota Serang. Dalam pertemuan itu, Direksi PT MMS yang dipimpin Presiden Direktur Kris Ade Sudiyono menyampaikan upaya peningkatan layanan Tol  Tangerang - Merak. WH meminta kepada pengelola jalan tol membuat sistem terpadu sehingga bisa mengatasi kemacetan lalulintas di sana.

Masalah kemacetan di pintu tol dan sekitarnya juga menjadi perhatian Gubernur WH. Penyempitan jalan (fenomena bottle neck) di terowongan bawah tol Jalan Raya Kasemen  dan   Jalan Raya Sawah Luhur Kaligandu serta jembatan fly over Bogeg Kota Serang. Sebagai informasi, kelancaran arus lalu lintas seiring pelebaran Jalan Syeh Nawawi Al-Bantani, sempitnya jembatan fly over Bogeg menjadi penghambat kalancaran arus lalu lintas di jalur ini.

"Pintu tol Cikupa kadang juga tidak lancar. Yang arah Tangerang kadang padat, tapi yang arah Serang lambat. Kadang kita harus menunggu lama," ungkap Guberbur yang akrab disapa WH.

Dalam pertemuan itu, jajaran direksi PT MMS yang dipimpin oleh Presdir MMS Kris Ade Sudiyono menyampaikan upaya peningkatan pelayanan Jalan Tol Tangerang - Merak. Di antaranya: pengajuan penambahan lajur dari arah timur (Pintu Tol Balaraja Barat, red.) hingga Pintu Tol Cilegon Timur yang merupakan fase kedua, pengajuan kebutuhan penambahan tanah untuk fase kedua, penyelesaian Simpang Susun Balaraja Timur, serta pembenahan rest area yang mempermudah akses masyarakat.

PT MMS juga melakukan kajian akses antara Pintu Tol Merak hingga dermaga Pelabuhan Merak yang berjarak 4,5 km untuk mengurai fenomena leher botol (bottle neck) yang menghambat bongkar muat kendaraan di Pelabuhan Merak. Selain itu, pengelola Tol Tangerang - Merak itu juga memiliki program untuk memasang videotron di Cikupa, Serang, dan Selamat Datang di Merak.

"Mudah-mudahan, dengan empat lajur semakin membuat para investor tertarik masuk ke Serang," ungkap Kris Ade.

Soal keberadaan rest area, WH meminta,"Lakukan penelitian dulu, siapa pengguna rest area tol sehingga dapat diketahui apa yang mereka butuhkan," ujar Gubernur.

PT MMS juga diminta memberikan akses masyarakat sekitar untuk berwirausaha di rest area. Selain itu, rest area juga dilengkapi dengan pintu belakang untuk akses masyarakat yang akan naik angkutan umum.

Gubernur pun mencontohkan rest area Km 14 Jalan Tol Jakarta - Tangerang di Pinang, Kota Tangerang. Rest area itu dilengkapi pintu belakang dan akses jalan di belakang, dan jalur  transit angkutan umum  sehingga memudahkan akses masyarakat.


Masalah kemacetan di pintu tol dan sekitarnya juga menjadi perhatian Gubernur WH. Penyempitan jalan (fenomena bottle neck) di terowongan bawah tol Jalan Raya Kasemen  dan   Jalan Raya Sawah Luhur Kaligandu serta jembatan fly over Bogeg Kota Serang. Sebagai informasi, kelancaran arus lalu lintas seiring pelebaran Jalan Syeh Nawawi Al-Bantani, sempitnya jembatan fly over Bogeg menjadi penghambat kalancaran arus lalu lintas di jalur ini.

"Pintu tol Cikupa kadang juga tidak lancar. Yang arah Tangerang kadang padat, tapi yang arah Serang lambat. Kadang kita harus menunggu lama," ungkap Guberbur yang akrab disapa WH.

Dalam pertemuan itu, jajaran direksi PT MMS yang dipimpin oleh Presdir MMS Kris Ade Sudiyono menyampaikan upaya peningkatan pelayanan Jalan Tol Tangerang - Merak. Di antaranya: pengajuan penambahan lajur dari arah timur (Pintu Tol Balaraja Barat, red.) hingga Pintu Tol Cilegon Timur yang merupakan fase kedua, pengajuan kebutuhan penambahan tanah untuk fase kedua, penyelesaian Simpang Susun Balaraja Timur, serta pembenahan rest area yang mempermudah akses masyarakat.

PT MMS juga melakukan kajian akses antara Pintu Tol Merak hingga dermaga Pelabuhan Merak yang berjarak 4,5 km untuk mengurai fenomena leher botol (bottle neck) yang menghambat bongkar muat kendaraan di Pelabuhan Merak. Selain itu, pengelola Tol Tangerang - Merak itu juga memiliki program untuk memasang videotron di Cikupa, Serang, dan Selamat Datang di Merak.

"Mudah-mudahan, dengan empat lajur semakin membuat para investor tertarik masuk ke Serang," ungkap Kris Ade. DODI RUSTANDI




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>