Gunung Kidul Siapkan Listrik Tenaga Angin
Tanggal Posting : Jumat, 28 Februari 2014 | 17:25
Pengirim : Redaksi - Dibaca : 658 Kali
Pembangkit Listrik Tenaga Angin (Foto:Ist)

Gunung Kidul, Jurnalinfo - Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk menggarap pembangkit listrik tenaga angin. Pemetaannya sudah mulai dilakukan, Kamis 27 September 2014, di kawasan Baron Techno Park, yang diproyeksikan sebagai basis rencana penerapan energi terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga angin.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Gunung Kidul Syarief Armunanto menuturkan, proyeksi tersebut menjadi cita-cita lama yang akhirnya bisa mulai direalisasikan untuk memenuhi kebutuhan listrik. Terutama untuk pasokan listrik di kawasan pesisir yang selama ini sulit dijangkau Perusahaan Listrik Negara.

"Kalau program (produksi listrik) ini lancar, rencananya langsung disalurkan dan dijual kepada PLN sebagai back up pemerataan pasokan, terutama wilayah pesisir," kata Syarief, kepada Tempo, Kamis 27 Februari 2014.

Untuk mendulang listrik dari energi angin itu, Gunung Kidul menggunakan kawasan Baron Technopark sebagai pilot project. Sejumlah perangkat kebutuhan untuk produksi listrik itu pun tengah diupayakan. Salah satunya melalui kerjasama investasi dengan Pemerintah Cina terkait pengadaan kincir anginnya.

Menurut dia, tiap kincir diproyeksikan menghasilkan listrik sekitar 1,5 mega watt. Dalam kerjasama dengan Cina, akan ada beberapa kuncir angin yang akan disediakan. Selama ini sejumlah kincir sebagai turbin angin sebenarnya juga sudah dimiliki di kawasan itu, tapi hanya dalam dimensi kecil sehingga hanya difungsikan sebatas perangkat riset.

Dengan adanya tambahan daya listrik sebesar itu, Gunung Kidul pun berharap dapat menambah pasokan di Gardu Induk PLN di Kecamatan Semanu, untuk disalurkan ke sejumlah wilayah pesisir.

"Tapi sebelum program ini jalan kami belum rembug dengan PLN soal model penjualannya," kata dia.

Penerapan energi terbarukan ini, lanjut Syarif, sekaligus menjawab persoalan stagnasi pengelolaan kawasan Baron Technopark sebagai kawasan riset yang diresmikan tahun 2012 silam. Selama ini, pemanfaatan teknologinya hanya dalam skala kecil, untuk kebutuhan penilitian. Terutama riset pada penyulingan air laut menjadi air tawar sebagai upaya mengatasi krisi air ketika kemarau panjang yang dialami tiap tahun di wilayah itu.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Eneergi Sumber Daya Mineral Gunung Kidul siwi Iriyanti menuturkan, dari total pasokan listrik yang ada saat ini jangkauannya telah mencapai 70 persen di wilayah ini.

"Kalau untuk pemukiman sudah seluruhnya, hanya untuk kawasan pantai selatan yang masih belum banyak tersentuh, khususnya pesisir bagian barat seperti area Pantai Gesing dan sekitarnya," kata dia. (dno)




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>