Gunung Rokatenda Meletus Lagi, 5 Tewas
Tanggal Posting : Sabtu, 10 Agustus 2013 | 17:25
Pengirim : redaksi - Dibaca : 161 Kali
Gunung Rokatenda Meletus Lagi, 5 Tewas

Jakarta, Jurnalinfo--Gunung Rokatenda di Pulau Palue, Kabupaten Sikka,Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, kembali meletus pada Sabtu (10/8) pukul 04.27 Wita. Tinggi abu letusan fluktuatif antara 1500 - 2000 meter dari Puncak G. Rokatenda. Lima orang meninggal dunia akibat bencana alam tersebut.


Demikian pesan BBM, Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, yang diterima Jurnalinfo.com, Sabtu (10/8/2013).

"Letusan dengan suara keras yang disertai dengan semburan kerikil dan abu vulkan serta gempa vulkanik. Masyarakat sekitar panik dan dilaporkan letusannya lebih besar daripada letusan sebelumnya. Hingga pukul 09.30 Wita masih terlihat awan panas guguran menuju arah utara. Arah luncuran awan panas tidak seperti biasanya yang mengarah ke arah selatan hingga ke pantai," tambahnya.

Awan panas mengalir dari Woje Wubi sampai pantai Cua. Terparah di Ko'a Desa Rokirole dan Nitunglea. 5 orang tewas akibat awan panas, dimana 3 orang sudah ditemukan dan 2 orang masih dalam pencarian.

Bupati Sikka bersama BPBD telah berada di lokasi dan melakukan penanganan darurat.

Seorang warga Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Bertolomeus Pelle, yang dihubungi dari Kupang, Sabtu, mengatakan, letusan dan semburan abu vulkanik itu terjadi sekitar pukul 01.00 WITA dan kali ini sangat dahsyat karena diikuti oleh gempa bumi.
"Kejadiannya kurang lebih Sabtu dini hari tadi sekitar puku 01:00 WITA. Saya kaget dan bangun lihat, kepulan letusan sudah membubung tinggi," kata Pelle.

Dia mengatakan, akibat letusan dan semburan itu, Dusun Awa Male, Desa Nitunglea yang dihujani semburan kerikil dan abu vulkanik.

"Saya bandingkan dengan sebelumnya, letusan pagi tadi lebih besar dan lebih berbahaya. Dua Desa seperti Desa Lidi dan Keso Koja masih nampak ada kebakaran dan asap hingga pagi ini," katanya.

Warga lain dusun itu, Markus Mego, juga mengaku hal serupa. "Kami belum bisa memastikan ada korban jiwa dari letusan ini. Namun, hewan peliharaan dan tumbuh-tumbuhan tak dapat hidup dengan baik dan sehat," katanya

Gunung Rokatenda termasuk gunung berapi yang aktif di Lingkar Cincin Api pegunungan berapi Indonesia. Gunung tipe stratovolkano ini terakhir meletus pada Juni 2013 lalu sehingga warga setempat harus diungsikan dari dusun-dusun mereka ke tempat aman.

Status Gunung Rokatenda masih ditetapkan Siaga oleh PVMBG. Gunung Rokatenda meletus sejak Oktober 2012, abu letusan tersebar dalam pulau bergantung arah angin. Gunung Rokatenda berada di Pulau Palue dengan diameter Pulau Palue sekitar 8 KM (radius 4 KM). Saat siaga Rokatenda masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius 3 KM. Di Pulau Palue saat ini bermukim sekitar 10 ribu jiwa. Kondisi pulau tersebut berbahaya karena selalu terancam dari letusan G. Rokatenda. Ketersediaan airtanah sangat minim dan lahan pertanian kurang subur karena lapisan tanahnya tipis.

Akibat letusan G. Rokatenda sejak Oktober 2012 sebanyak 782 KK (2.754 jiwa) mengungsi keluar dari Pulau Palue ke Kab. Ende (407 KK) dan Sikka (375 KK). BNPB telah memberikan bantuan dana siap pakai Rp 14,7 milyar kepada Pemda Ende dan Pemda Sikka untuk relokasi dan hunian tetap pengungsi. (Budi Sampurno)



Berita Terkait

Lihat Komentar


belum ada komentar


Posting Komentar

Nama
Email
Kota
Komentar
Kode Keamanan
   

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Selasa, 3 Sepember 2013 | 18:36
Kamis, 13 Juni 2013 | 01:13
Senin, 18 Februari 2013 | 00:44
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 19:01
Senin, 30 Desember 2013 | 14:12
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

See 10-Day Forecast
target=_blank>