Hadapi Covid-19, Pemrov DKI Jamin Stok Sembako Aman
Tanggal Posting : Minggu, 22 Maret 2020 | 14:50
Pengirim : Reza Indrayana - Dibaca : 113 Kali
Stok sembako di DKI Jakarta aman hadapi Covid-19 dan bulan suci Ramadhan

Jakarta, Jurnalinfo.com-Pemrov DKI Jakarta memastikan stok sembako aman di tengah merebaknya kasus Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).  Masyarakat diminta untuk tidak berbelanja berlebihan atau panic buying.

Tak hanya itu, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin juga memastikan 153 pasar yang dikelola pihaknya tetap buka seperti biasa. Ini sekaligus menyangkal isu tutupnya Pasar Tanah Abang akibat merebaknya kasus COVID-19.

"Kami, meminta masyarakat agar tidak perlu panik. Pasar tradisional di Jakarta, kita buka semua, pasokan pangan aman," tegas Arief, Jumat (20/3).

Selama ini, sambung Arief, pasar-pasar di bawah pengelolaan Perumda Pasar Jaya selalu diawasi kebersihannya termasuk melakukan penyemprotan dengan cairan disinfektan maupun penyediaan hand sanitizer serta pengukuran suku tubuh.

"Operasional semua pasar di Jakarta normal, cuma memang pintu masuk kita minimkan, akses masuk masyarakat diperketat. Kita juga semprotkan disinfektan agar pengunjung nyaman," ujarnya.

Diakuinya, khusus suplai gula di pasaran sempat mengalami gangguan. Namun, tim satgas telah melakukan sidak ke Lampung dan ditemukan gula hingga 33 ribu ton yang akan segera masuk ke Jakarta.

"Gula pasir kemarin harganya di Rp 16.468. tapi dari informasi Kabareskrim tadi menyampaikan akan masuk sekitar 33 ribu ton. Itu gula lokal, karena kemarin habis sidak dari Lampung," katanya.

Menurutnya, kenaikan harga pangan tidak terlepas dari hukum banyaknya penawaran dan permintaan atau supply-demand. Selama supply-demand tidak terganggu, maka harga pangan pun dipastikan stabil.

Ia meyakini, tidak ada spekulan yang bermain dalam kondisi merbaknya COVID-19, karena tim satgas pangan langsung menindaknya.

Dia juga mengungkapkan, terjadi supplay komoditas rempah-rempah yang cukup banyak ke Jakarta. Namun, supplay komoditas rempah-rempah yang besar itu dikarenakan permintaan yang tinggi dari masyarakat. Rempah-rempah itu dipercaya bisa menghambat penularan COVID-19, seperti jahe dan lainnya.

"Lalu untuk komoditas telur tidak ada kenaikan harga, masih normal yaitu Rp 26 ribu per kilogram. Untuk komoditas ini selama 3-4 tahun ke belakang, tidak ada kenaikan harga pangan yang signifikan termasuk di bulan Ramadhan. Reza Indrayana

 

 




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

https://www.tangerangkota.go.id
https://www.tangerangkota.go.id/lowongan-kerja-surveyor-non-pns-tahun-2020
Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>