Human Development Index Indonesia Naik 3 Peringkat
Tanggal Posting : Selasa, 19 Maret 2013 | 21:31
Pengirim : reza - Dibaca : 1268 Kali
Menko Kesra Agung Laksono bersama Direktur Friedrich Ebert Stiftung (FES) (kiri) usai membuka secara resmi seminar Kemenko Kesra dengan FES di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta . (Foto: Reza)

Jakarta, Jurnalinfo--Human Development Index (HDI) Indonesia pada 14 Maret 2013 dilaporkan naik tiga peringkat. Pada 2012 menduduki peringkat 124 dari 178 negara, menjadi urutan ke-121 dari 185 negera. Berdasarkan UNDP monitor, Indonesia meraih score 0,629 naik 0,009, meliputi aspek tenaga kerja, kesehatan, dan pendidikan.

Demikian disampaikan oleh Menko Kesra, HR. Agung Laksono, usai membuka Seminar Menentukan Keberlanjutan Kerjasama Kemenko Kesra dan Friedrich Ebert Stiftung (FES), di hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta. Selasa (19/3/2013).

Lebih lanjut, Agung mengatakan, posisi itu, harus dipertahankan, bahkan lebih ditingkatkan, mengingat masalah dan penyakit sosial yang ada di Indonesia semakin marak terjadi di negara kita. Masalah ini dapat menghambat pembangunan berkelanjutan yang ingin dicapai. Terlebih semua masalah ini bermuara kepada kemiskinan.

"Sebut saja perubahan perilaku masyarakat kita yang tadinya tidak pernah terbayangkan, akan marak terjadi di negeri kita, seperti pembunuhan sadis dan mutilasi, pemerkosaan, kekerasan seksual, konfllik, dan lainnya. Ini harus segera diatasi," kata Agung.

Karenanya, papar Menko Kesra, ekonomi, lingkungan hidup, dan masyarakat, aspek yang selalu saling berkaitan dalam pembangunan berkelanjutan. Aspek ini saling terkait dengan pengurangan kemiskinan, pengembangan sumberdaya manusia, dan penanganan masalah bencana.

Kerjasama ini sendiri, kata Daniel Reichart, Resident Director FES, juga tak lepas dari munculnya masalah-masalah sosial yang lebih disebabkan pada faktor kemiskinan. Itu sebabnya, kerjasama ini lebih fokus kepada pemberdayaan masyarakat, pengurangan kemiskinan, mengurangi kesenjangan antara yang mampu dan tidak mampu, dan juga berkaitan dengan kesehatan.

"Kami menawarkan pengalaman kami terkait masalah kesejahteraan rakyat ini. Apakah pengalaman kami ini diterima atau tidak, kami serahkan kepada pemerintah Indonesia yang lebih mengetahui cocok tidaknya pengalaman kami ini diterapkan di sini," katanya.

Seminar yang dihadiri Duta Besar Republik Federal Jerman di Indonesia, Dr. Georg Witsel, ini awal kerjasama antara Kemenko Kesra dengan FES yang ditandatangani pada akhir 2012. Sebagai satu yayasan, FES berasosiasi dengan salah satu partai di Jerman, yaitu Socialdemocratische Partei Deutschlands (SPD). Namun, pihaknya, memastikan, FES tidak ada kaitannya dengan partai yang ada di Indonesia.

Seminar yang dipandu oleh Sofie Syarif dari Kompas TV menghadirkan Ketua Wantimpres Emil Salim sebagai narasumber, dan dihadiri antara lain oleh Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Lingkungan Hidup dan Kerwanan Sosial Willem Rampangilei, Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat Adang Setiana, Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Anak Ina Hernawati, para pejabat FES, dan kalangan LSM. (Reza Indrayana)

 



Berita Terkait

Lihat Komentar


belum ada komentar


Posting Komentar

Nama
Email
Kota
Komentar
Kode Keamanan
   

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Kamis, 13 Juni 2013 | 01:13
Senin, 18 Februari 2013 | 00:44
Selasa, 3 Sepember 2013 | 18:36
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

See 10-Day Forecast
target=_blank>