Jaringan Hotel Internasional Incar RI
Tanggal Posting : Selasa, 14 Mei 2013 | 19:16
Pengirim : redaksi - Dibaca : 827 Kali
Salah satu hotel berbintang di Jakarta

Jakarta, Junalinfo--Meningkatnya kunjungan wisatawan baik asing maupun domestik berpengaruh pada naiknya kebutuhan akomodasi dalam pariwisata. Yakni hotel, losmen dan sejenisnya.

Demikian disampaikan oleh Menparekraf, Mari Elka Pangestu sesaat setelah menjadi Key Note Speaker dalam The 1st Annual Indonesia Hospitality and Tourism Investment Conference, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (7/5).

"Untuk memenuhi permintaan hotel dan penginapan bagi para wisatawan, di beberapa daerah mulai dibangun hotel, resort maupun budget hotel. Peluang tersebut mulai dilirik oleh berbagai investor baik jaringan hotel internasional maupun investor domestik," tambah Mari.

Menparekraf menambahkan, bahwa terdapat beberapa jaringan hotel internasional yang akan membangun puluhan hotel dalam kurun waktu tiga tahun ini.

Radisson hotel telah menandatangi MoU investasi dengan pihak Indonesia dalam acara ITB Berlin untuk membangun 12 hotel pada kurun waktu 2 tahun mendatang.
Jaringan Hotel Accor juga meramaikan pasar perhotelan Indonesia akan menambah 50 hotel di Indonesia yang akan dibangun dalam jangka 3 tahun kedepan. Selain itu terdapat pula beberapa jaringan lain yang bekerjasama dengan para investor lokal.

Dalam kesempatan yang sama, Menparekraf didampingi oleh Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Chairman of HVS China and South Asian menjelaskan bahwa beberapa investor domestik mulai melakukan investasi pada bidang perhotelan belalui budget hotel. Jenis hotel ini memiliki jumlah kamar tidak lebih dari 100 kamar dengan jaringan hotel yang tidak terlalu besar.

"Investasi untuk hotel lebih terlihat pada major chain hotel, satu kelompok yang kelihatannya sudah masuk ke Indonesia. Ada pula budget hotel, banyak investor domestik kita yang masuk kesana. Mereka biasanya membentuk chain sendiridan jumlah hotelnya pun belum sampai ratusan hanya sekitar 30-40 hotel saja," jelas Menparekraf


Pariwisata Indonesia dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan, meningkatnya angka kunjungan wisatawan mancanegara maupun perjalanan wisatawa domestik selalu bergerak naik. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun lalu tumbuh 5, 04%, yakni dari 7,6 juta pada 2011 menjadi 8 juta pada 2012, sementara target tahun 2013 optimis seberar 9 juta wisman sedangkan target moderat sebesar 8,6 juta.

Pertumbuhan angka wisatawan dan berkembangnya pariwisata di Indonesia dapat memicu tumbuhnya investasi pariwisata. Nilai investasi sektor pariwisata di Indonesia tahun 2012 sebesar US$ 869.8 juta, nilai tersebut naik sebesar 210,86% dibandingkan nilai total investasi tahun 2011 sebesar US$ 279.8 juta.

"Kalau tahun lalu nilai investasi kita tumbuh 200 persen, kita tidak begitu mengharapkan untuk sama 200% tapi yang pasti tahun ini pertumbuhannya minimal double digit," pungkas Mari. (Reza Indrayana)




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>