LPSK Desak DKI Penuhi Janji Biayai Korban Bom Kampung Melayu
Tanggal Posting : Rabu, 7 Juni 2017 | 22:49
Pengirim : redaksi - Dibaca : 242 Kali
Wakil ketua LPSK, Askari Razak (kiri) didampingi Ketua LPSK Semendawai (tengah)

Jakarta, Jurnalinfo.com- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mendesak Pemprov DKI Jakarta memenuhi janjinya untuk membiayai perawatan korban bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, silam. LPSK sudah menyurati kepada Gubernur DKI untuk menindaklanjutinya.

Semangat untuk membantu dan menangani korban terorisme di Indonesia sebenarnya sudah mulai ada, terutama ketika peristiwa serangan terorisme baru saja terjadi di mana Banyak instansi baik tingkat pusat maupun daerah yang berlomba-lomba untuk ikut menangani para korban, namun sayangnya ketika kasus tersebut sudah tidak menjadi perhatian masyarakat semangat tersebut agak mengendur, sehingga penanganan korban terhenti padahal pemulihan trauma korban terorisme baik medis dan psikologis tidak mudah dan singkat, kecenderungan ini tentunya sangat memprihatinkan.

"LPSK pernah ditolak memberikan guarantee letter ( surat jaminan) untuk pengobatan korban karena sebelumnya sudah ada instansi yang akan memberikan bantuan, namun bantuan tersebut tidak tuntas sehingga pemulihan korban terhenti," ujar Wakil ketua LPSK, Askari Razak yang didampingi Ketua LPSK  dalam Konferensi pers di  LPSK, Ciracas, Jakarta Timur (7/7/2017).

Selain itu, LPSK telah melayani  22 orang korban aksi terorisme di Indonesia, jumlah tersebut merupakan korban serangan bom di Thamrin Jakarta dan Samarinda tahun 2016 lalu.

"Jumlah tersebut belum termasuk korban serangan bom di Kampung Melayu akhir bulan Mei lalu", ujar Ketua LPSK Semendawai dalam Konferensi pers di  LPSK, Ciracas, Jakarta Timur (7/7/2017).

Layanan yang LPSK berikan kepada para korban tersebut berupa layanan pemenuhan hak prosedural, layanan medis, layanan psikologis dan fasilitasi kompensasi (ganti rugi dari pemerintah ).

Layanan tersebut penting karena selain trauma, korban harus dipulihkan hak- hak korban selama menjalani proses Peradilan Pidana tidak terlanggar.

Untuk kasus Samarinda sendiri  LPSK memfasilitasi transportasi para korban yang harus memberikan keterangan dalam persidangan kasus tersebut yang digelar di Penngadilan Negeri Jakarta Timur, termasuk diantaranya 3 orang korban yang hari ini memberikan keterangan di persidangan.

Layanan seperti ini penting karena jarak Samarinda -Jakarta tidak dekat, sehingga tentunya memberatkan jika para korban tidak difasilitasi, sementara keterangan mereka penting untuk mengungkapkan kasus. REI


LPSK Berharap ada aturan pelaksanaan yang jelas terkait penanganan korban terorisme, mulai dari saat baru saja terjadi peristiwa terorisme hingga korban pulih. Dengan adanya aturan tersebut diharapkan penanganan kepada korban bisa optimal " dan tentunya trauma korban bisa dipulihkan hingga tuntas", harap Askari.

Secara umum selama 5 bulan pertama 2017 ini LPSK menerima 534 permohonan perlindungan.  Sedangkan jumlah terlindung LPSK selama 5 bulan tersebut berjumlah 2553 orang di mana mayoritas merupakan korban pelanggaran HAM berat sebanyak 1883 orang, dan terbanyak kedua merupakan korban trafficking sejumlah 194 orang, serta sa0ksi tindak pidana korupsi sebanyak 129 orang " layanan kepada saksi dan korban selain sebagai upaya pemulihan korban, juga sebagai dukungan terhadap pengungkapan terhadap tindak pidana melalui keterangan saksi dan korban", pungkas Semendawai.




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>