Langgar Lockdown Dimasukan ke Kandang Anjing!
Tanggal Posting : Senin, 2 Agustus 2021 | 10:21
Pengirim : Dedi Setiadi - Dibaca : 143 Kali
Lima pemuda dikurung dalam kandang anjing liar karena melanggar aturan physical distancing, melanggar jam malam dan melawan imbauan dengan melontarkan kata-kata kasar

Manila, Jurnalinfo.com-Aparat keamanan di Filipina mengambil tindakan tegas terhadap pelanggar kebijakan lockdown. Mereka akan memperlakukan orang-orang yang keluyuran di luar rumah dengan cara tidak manusiawi, di antaranya memasukkan pelanggar ke kandang anjing.

Namun tindakan ini dianggap sebagai pelanggaran HAM, dan menuai kecaman dari Human Right Watch (HRW), dengan mengkritisi sebuah unggahan di akun Facebook. Dalam posting tersebut ada sebuah foto yang menunjukkan beberapa orang pemuda dimasukkan ke kandang anjing.

Dalam foto itu, terdapat lima pemuda dikurung dalam kandang yang biasa digunakan menangkap anjing liar. Mereka duduk jongkok berdekatan, melanggar aturan physical distancing yang dianjurkan WHO.

Menurut keterangan dari HRW, melansir keepome, peristiwa itu terjadi di kota Santa Cruz, Provinsi Laguna, Filipina. Tindakan tersebut dilakukan karena anak-anak muda tadi melanggar jam malam dan melawan imbauan dengan melontarkan kata-kata kasar. Tindakan aparat tersebut dianggap melanggar hak asasi manusia. Menurut HRW, meski telah melanggar jam malam, aparat tetap harus menghargai hak asasi mereka.

"Polisi dan aparat lokal harus menghargai hak asasi mereka yang ditahan karena melanggar jam malam atau peraturan kesehatan publik lainnya. Setiap perlakuan buruk harus diselidiki secepatnya, dan aparat yang bertanggung jawab harus ditindak," kata Phil Robertson, wakil direktur WRH untuk wilayah Asia.

Dalam keterangan dari HRW menyebutkan, pelanggaran HAM juga terjadi di Parañaque, kota di dalam wilayah Metro Manila. Di sana, orang-orang yang sengaja keluar rumah akan dijemur di siang bolong. Aparat mengatakan, hukuman ini dilakukan karena penjara sudah penuh.

Sementara di Provinsi Bulacan, polisi bahkan sampai menembak mati seorang pria yang menolak diperiksa di pos pemeriksaan perbatasan. Polisi mengatakan, pria itu ditembak karena berusaha kabur.

DEDI SETIADI




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

https://www.iisip.ac.id/pmb
https://www.graharaya.com/product/produk-terbaru
https://timindonesia.id/
Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

JURNAL NASIONAL

JURNAL HIBURAN

JURNAL PARIWISATA

JURNAL URBAN

JURNAL HAJI DAN UMROH

JURNAL IDUL ADHA 1442 H

JURNAL NASIONAL

loading...
target=_blank>


target=_blank>