Lobster Dilarang Direbus Saat Masih Hidup!
Tanggal Posting : Jumat, 16 Juli 2021 | 08:13
Pengirim : Yunita Sari - Dibaca : 226 Kali
Lobster jumpo

London, Jurnalinfo.com-UU baru yang tengah dirancang pemerintah Inggris melarang merebus lobster hidup-hidup. Negara kerajaan itu memperkenalkan UU yang secara resmi mengakui hewan sebagai sentient beings atau makhluk hidup. Di antara banyak aspek dari UU, itu bertujuan dalam membatasi impor produk dari perburuan trofi, mendorong persyaratan ruang yang lebih adil untuk hewan ternak, dan menghentikan orang untuk memiliki primata sebagai hewan peliharaan.

UU hanya mencakup hewan dengan tulang belakang dan tidak mencakup perlindungan apa pun untuk non-vertebrata seperti gurita, cumi-cumi, serangga, dan krustasea.

Para menteri kini bersiap mendukung amandemen House of Lords, majelis tinggi Parlemen Inggris, dalam memperpanjang undang-undang untuk kerang dan moluska cephalopoda.

Berdasarkan laporan, melansir iflscience, ini kemungkinan akan melahirkan larangan merebus lobster hidup-hidup. Diketahui, banyak juru masak di berbagai belahan dunia yang memilih untuk mendidihkan lobster hidup-hidup agar terjaga kesegarannya. Nampaknya hal tersebut bakal dianggap melanggar hukum di beberapa negara tertentu.

Praktik merebus lobster hidup-hidup sudah dinyatakan ilegal di Swiss, Norwegia, Austria, dan Selandia Baru. Pada Juni 2021, Conservative Animal Welfare Foundation menyerukan agar gurita dan lobster dimasukkan dalam undang-undang di atas.

Mereka berpendapat, hewan-hewan ini dapat merasakan sakit, tetapi didiskriminasi dalam undang-undang karena arsitektur neurologis mereka berbeda dari kita sendiri.

Beberapa penelitian menunjukkan, lobster menghindari area di mana mereka terkejut, yang konsisten dengan kriteria utama rasa sakit.

Ini menunjukkan, lobster yang direbus hidup-hidup akan mengalami sesuatu yang sebanding dengan konsep rasa sakit mirip manusia. Jadi, merebus lobster hidup-hidup dianggap tidak etis oleh para aktivis yang membela kesejahteraan hewan.

Lobster memang tidak menjerit saat dimasukkan ke air mendidih, karena mereka tidak memiliki pita suara. Namun respons dari lobster akan membuat beberapa gelembung udara keluar dari permukaan.

Di sisi lain, beberapa ilmuwan berpendapat, lobster memiliki sistem saraf yang tidak canggih, mirip dengan serangga. Mereka tidak memiliki struktur otak untuk merasakan rasa penderitaan yang nyata.

Aliran pemikiran ini juga berpendapat bahwa tidak mungkin untuk mengatakan apakah reaksi lobster terhadap kejutan tiba-tiba adalah respons rasa sakit yang benar atau hanya reaksi refleks dasar.

Perdebatan dari ilmuwan tersebut sepertinya masih belum bisa dipecahkan dalam waktu dekat, mengingat masing-masing mempunyai teorinya sendiri terkait rasa sakit pada lobster.

Meskipun demikian, undang-undang mengenai kesejahteraan hewan sebagai makhluk hidup dapat mengatur serta meminimalisir rasa sakit, terutama ketika mereka mendekati ajal karena menjadi konsumsi manusia. 

YUNITA SARI




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

https://www.iisip.ac.id/pmb
https://www.graharaya.com/product/produk-terbaru
https://timindonesia.id/
Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

JURNAL NASIONAL

JURNAL HIBURAN

JURNAL PARIWISATA

JURNAL URBAN

JURNAL HAJI DAN UMROH

JURNAL IDUL ADHA 1442 H

JURNAL NASIONAL

loading...
target=_blank>


target=_blank>