Mahasiswa Bengkulu Tolak Kedatangan Jokowi
Tanggal Posting : Rabu, 5 Februari 2020 | 15:42
Pengirim : Anwar Arifin - Dibaca : 87 Kali

Bengkulu, Jurnalinfo.com- Kedatangan Presiden Joko Widodo di Kota Bengkulu pada Rabu (5/2/2020) dalam peresmian Monumen Ibu Fatmawati Soekarno di Simpang Lima Ratu Samban Kota Bengkulu, ditolak berbagai kalangan terutama di kalangan Mahasiswa.Lantaran dalam kepemimpinan Jokowi-Maruf Amin cenderung sewenang-wenang.

Menurut Bambang Irawan, Ketua Badko HMI Sumbangsel, Jokowi-Maruf Amin cenderung sewenang-wenang. Misalnya revisi UU KPK yang jelas sangat penuh motif jahat untuk memperlancar korupsi dan memperlemah pemberantasannya, dan DPR sebagai delegasi rakyat lebih mengutamakan hajat partai politik dari pada independensi sebagai perwakilan rakyat.

Dede Irawan sebagai Ketua Bidang Eksternal, juga menambahkan, seharusnya Presiden itu memiliki karakter kerakyatan namun hal ini tidak, sangat tidak sesuai dengan esensi demokrasi, belum lagi tentang kerusakan lingkungan, khususnya di Provinsi Bengkulu.

"Seperti kerusakan lingkungan yang diakibatkan PLTU Batubara di Teluk Sepang, sehingga sudah 28 ekor penyu mati yang di duga kuat akibat dari racun dan kotoran aktivitas PLTU," jelasnya.

Tidak hanya itu, sambung Dewan, masyarakat teluk sepang yang sudah kehilangan hak konstitusionalnya untuk tinggal di lingkungan hidup yang sehat.

"Seperti sebelumnya aksi dilakukan mahasiswa didepan gerbang PLTU tersebut, semua aparat kepolisian dalam pengawalan memakai master karena takut terserang penyakit akibat debu yang begitu tebal dan pekat, pertanyaan besarnya bagaimana dengan masyarakat satu kelurahan yang bertempat tinggal di sana," katanya.

Di samping itu pemerintah Provinsi Bengkulu dengan bangganya gembar-gembor menggaungkan bahwa PLTU mendukung visit wonderful Bengkulu, sedangkan masyarakat merintih di balik kezaliman pembangunan PLTU Batubara.

"Berkenaan dengan hal tersebut sebagaimana yang telah diberitakan banyak oleh media massa bahwa Presiden Republik Indonesia akan melancong ke Bengkulu untuk acara serba seremonial yang salah satunya akan meresmikan bangunan kezaliman yang bernama PLTU Batubara Teluk Sepang," kata Dewan.

Sebagai organisasi tertua dan independen yang bertepatan hari ini sudah menginjak usia 73 tahun tentu tidak akan tinggal diam untuk menjalankan fungsi sebagai organisasi perjuangan berkenaan dengan masalah yang sedang menggerogoti sendi-sendi dan cita-cita kemerdekaan.

"Maka dari itu sebagai kader umat dan bangsa, HMI Badko Sumsel berkaitan dengan kedatangan Presiden Jokowi dengan ini menyatakan menolak kedatangan Presiden Jokowi ke Provinsi Bengkulu," imbuh Dewan.

Ia mengajak kepada seluruh organisasi di Kota Bengkulu untuk bersama-sama turun ke jalan menolak kedatangan Presiden.

"Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Bengkulu, mahasiswa serta OKP agar turun ke jalan untuk menolak kedatangan Presiden Jokowi di Provinsi Bengkulu," tegas Dewan.

Anwar Arifin




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

https://www.tangerangkota.go.id
https://www.tangerangkota.go.id/lowongan-kerja-surveyor-non-pns-tahun-2020
Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>