Menteri Kehakiman Era Soeharto Minta SOKSI Islah
Tanggal Posting : Jumat, 22 Sepember 2017 | 20:57
Pengirim : redaksi - Dibaca : 183 Kali
Ketua Dewan Pembina SOKSI Tiga Faksi Oetoyo Oesman

Jakarta, Jurnalinfo.com- Mantan Menteri Kehakiman RI di era Presiden Soehato, Oetojo Oesman, yang juga panisepuh Partai Golkar, minta agar terjadi islah atau damai antar dua kubu Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) lewat mekanisme Munas Bersama. Dijadwalkan  10-12 Oktober 2017  mendatang di Jakarta.

Munas ini akan mengundang semua pengurus dan anggota SOKSI yang ada meskipun dari faksi yang berbeda-beda. "Satu-satunya cara untuk menyatukan organisasi adalah menyelenggarakan Munas Bersama untuk Bersatu. Saya sampaikan bahwa kami telah mendapat izin Partai Golkar untuk menyelenggarakan Munas ini. Dan Insya Allah 10-12 Oktober di Jakarta," kata Oetojo didampingi sejumlah pengurus SOKSI di Jakarta, Jumat (22/9).          

Sesepuh SOKSI itu memaparkan, ide ini muncul setelah melakukan rapat pleno DPP Partai Golkar. Saat rapat itu, kata dia, Golkar mengamanatkan untuk melakukan konsolidasi agar SOKSI menjadi satu.

Menurut dia, sudah pada tempatnya Golkar ikut campur karena merupakan badan yang berwenang mengajukan calon anggota DPR, MPR. Calon-calon itu juga berasal dari kader SOKSI maupun Golkar.  "Karena para anggota SOKSI secara individual juga anggota Partai Golkar," ujarnya. Selain itu, kata Oetojo, dulu juga sudah ada amanat dari tokoh pendiri SOKSI, almarhum Suhardiman. Menurut dia, Suhardiman mengamanatkan agar jangan sampai SOMSI menjadi terkeping-keping. SOKSI harus bulat dan satu agar mempunyai bargaining position yang besar di masyarakat.

Oetojo kemudian mengajukan kepada pimpinan Golkar bahwa untuk mengonsolidasikan diri tidak bisa dengan cara lain selain format musyawarah. Nah, dia mengatakan, Munas nanti juga akan mengundang masing-masing pihak atau Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI serta anggotanya. "Siapa yang merasa ingin jadi calon ketua juga kami undang," ujar Oetojo. 

Dia mengatakan, keterlibatan semua faksi dalam Munas SOKSI harus dimulai dari awal. Mulai dari persiapan masing-masing anggota sudah harus berpartisipasi. Semuanya harus berdiskusi bersama-sama dari awal. Oetojo tidak mempermasalahkan kepengurusan-kepengurusan SOKSI.

"Kami sediakan forum anggota SOKSI dan kader Golkar supaya mendapatkan kembali hak konstitusionalnya melalui Munas itu," paparnya. Menurut Oetojo, kalau tidak memenuhi permintaan Golkar untuk melakukan konsolidasi agar SOKSI satu, sama saja mengorbankan calon-calon anggota DPR dan MPR yang ada di internal partai beringin.

"Jadi, dalam kesempatan ini saya menyatakan semuanya akan kami undang karena ini untuk kepentingan anggota Soksi dan Partai Golkar untuk menjemput hak konstitusionalnya untuk dipilih," katanya.

Selain itu juga untuk kembali ke paham karya kekaryaan yang merupakan ideologi implementasi dari Pancasila dan UUD 45. Dia menegaskan, tidak masalah kalau tak mau datang memenuhi undangan munas nanti. Sebab, Munas pasti akan tetap berjalan terus. "Yang rugi mereka sendiri karena tidak mau datang," tegasnya.‎  REI




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>