Merasa Dikriminalisasikan, Notaris Elfita Bakal Lapor Presiden
Tanggal Posting : Kamis, 15 Juni 2017 | 06:08
Pengirim : redaksi - Dibaca : 2268 Kali
Juru bicara Elfita Achtar, Sam Maulana Akbar (kiri) dalam jumpa pers.

Jakarta, Jurnalinfo.com- Merasa dirinya dikriminalisasi, notaris Elfita Achtar,SH, 49 tahun, kelahiran Bukittinggi 2 November 1968, Sumatera Barat, bakal melaporkan kasusnya ke Presiden RI, Joko Widodo, Mahkamah Konstitusi dan Komisi Kejaksaan. Alfita tidak terbukti melakukan penggelapan sertifikat tanah milik PT Rahman Tain (dalam likuidasi).

"Surat resmi akan kami kirimkan kepada instansi terkait, khususnya kepada yang terhormat Bapak Presiden Jokowi.Klien kami Elfita bukan melakukan penggelapan, seperti didakwakan jaksa penuntut umum di PN Bukit Tinggi. Namun menyimpang Sertifikat Hak Guna Bangunan atau SHGB karena masih terikat Perjanjian Jual Beli atau PJB yang dibuat likuidator dari PT Rahman Tamin. Tindakan tersebut sama sekali tidak melanggar hukum atau pidana," ujar Martry Gilang Rosadi, SH, kuasa hukum Elfita Achtar, seperti disampaikan oleh Sam Maulana Akbar, juru bicara  Elfita kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Menurut Marty, tugas notaris selaku pejabat pembuat akta tanah dibawah sumpah,membuat PJB menjadi akta jual beli demi kepentingan penjual dan pembeli atas sebidang tanah di Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Apalagi pihak pembeli sudah memenuhi kewajiban membayar Rp 10 milyar ke penjual.

"Seharusnya pihak Polda Sumbar aktif menindaklanjuti laporan Mustafa Gani Tamin sebagai kasus perdata, bukan memaksakan jadi kasus pidana. Jika Mustafa Gani Tamin memang tidak lagi menginginkan Jual Beli dilanjutkan dengan PT. Starvi Property Indonesia, lembaga yang seharusnya ditempuh adalah melalui Gugatan Perdata dengan memintakan pembatalan jual beli dengan PT. Starvi Property Indonesia. Dan memerintahkan Notaris yang menyimpan SHGB tersebut untuk tunduk dan patuh agar mengembalikan SHGB tersebut kepada PT. Rahman Tamin (dalam Iikuidasi) kembali," tambahnya.

Bukannya melaporkan Elfita Achtar dalam dugaan tindak pidana penggelapan Sertifikat. Karena, jika ditelaah secara komprehensif, dapat diketahui bahwa sebenarnya permasalahan ini timbul akibat adanya masalah internal dalam PT. Rahman Tamin (dalam Iikuidasi) itu sendiri.


Yakni adanya komunikasi yang terputus antara tikuidator selaku pihak yang mewakili PT. Rahman Tamin (dalam likuidasirdengan para pemegang saham PT. Rahman Tamin (dalam likuidasi).


"Seharusnya masalah internai pada PT. Rahman Tamin diselesaikan tedebih dahulu, bukannya membawa-bawa Elma Achtar selaku Notaris yang hanya bersifat pasif. Ini sama saja dengan metakukan kriminalisasi terhadap jabatan Notaris yang mempakan Pejabat Publik," tambahnya.

Persidangan dugaan tindak pidana penggelapan sertifikat sebagaimana dimaksud Pasal 374 Jo 372 KUHP yang didakwakan kepada Eifita Achtar, Notaris di Bukittinggi yang memasuki acara Requisitor (Penuntutan), menurutnya penuh dengan kejanggala.

Perkara yang melibatkan Notaris di Bukittinggi ini berawal dari adanya kesepakatan jual beli terhadap asset PT. Rahman Tamin (dalam likuidasi) yaitu empat bidang tanah yang terletak di Kelurahan Tarok Dipo Bukittinggi.

"Jika ditelaah secara komprehensif, dapat diketahui bahwa sebenarnya permasalahan ini timbul akibat adanya masalah internal dalam PT. Rahman Tamin (dalam Iikuidasi) itu sendiri.Yakni adanya komunikasi yang terputus antara tikuidator selaku pihak yang mewakili PT. Rahman Tamin (dalam likuidasirdengan para pemegang saham PT. Rahman Tamin (dalam likuidasi)," tambah Martry.

"Seharusnya masalah internai pada PT. Rahman Tamin diselesaikan tedebih dahulu, bukannya membawa-bawa Elma Achtar selaku Notaris yang hanya bersifat pasif. Ini sama saja dengan metakukan kriminalisasi terhadap jabatan Notaris yang mempakan Pejabat Publik," pungkasnya. REI




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>