Meski Dipenjara, Bupati Digul Tetap Jalankan Pemerintahan
Tanggal Posting : Selasa, 25 Februari 2014 | 00:23
Pengirim : redaksi - Dibaca : 1433 Kali
Anggota Majelis Rakyat Papua, Dominiqus Amute (Foto: Reza)

Jakarta, Jurnalinfo.com--Kementerian Dalam Negeri diminta segera melantik bupati baru di Kabupaten Boven Digul, Propinsi Papua karena diduga pemerintahan daerah hingga kini masih dikendalikan oleh mantan bupati Yusak Yaluwo.


Pernyataan tersebut disampaikan oleh anggota Majelis Rakyat Papua, Dominiqus Amute, dalam jumpa pers di Jakarta, 24 Februari 2014. Hal tersebut terkait dengan dugaan mandeknya roda pemerintahan Boven Digul pasca Yusak Yaluwo menjadi narapidana korupsi dan tengah menjalani 5 tahun masa hukumannya.


"Sudah menjadi tanggung jawab seorang Bupati mengambil kewenangan untuk menjalankan roda Pemerintahan agar proses Pembangunan didaerah tersebut dapat berjalan dengan baik, apalagi sang Bupati saat ini terjerat kasus hukum sesuai Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri tgl 10j Juli 2013 tentang Surat Keputusan atau SK Pemberhentian secara permanen kepada Bupati Digul yang sudah divonis penjara 5 tahun,"  tambah Dominuqus.

Kementerian Dalam Negeri secara resmi telah memberhentikan Yusak Yaluwo dari jabatannya sebagai Bupati Boven Digoel, Papua, sejak Mei 2013 lalu.

Dominiqus menduga meski Yusak telah dipenjara, tapi masih dapat mengendalikan arah kebijakan pemda dari balik jeruji di Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

"Walaupun bupati di dalam penjara, tetapi dia diduga masih bisa mengatur aktifitas pemerintahan dari penjara, sehingga seluruh kebijakan pemerintahan di Boven Digoel, Papua tidak berjalan sesuai keinginan masyarakat", ujar Dominiqus Amute.

Ia menilai wakil bupati hanyalah sebagai boneka oleh sang mantan bupati,  sejak Yusak dipidana dan diberhentikan tetap melalui SK mendagri pada tahun 2013 lalu,

Seperti diberitakan, Mahkamah Agung (MA) menolak Peninjauan Kembali yang diajukan mantan Bupati Boven Digoel Yusak Yaluwo. Terkait, Yusak menjadi teripidana 5 tahun penjara dalam perkara  korupsi APBD senilai Rp37 miliar.

Yusak Yaluwo sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Maret 2010 terkait perannya sebagai Bupati Boven Digoel dalam penggunaan keuangan daerah setempat sejak 2005 sampai 2007. Dia juga terjerat kasus dugaan korupsi dana otonomi khusus (otsus) untuk Kabupaten Boven Digoel.

Lima bulan setelah jadi tersangka korupsi, Yusak memenangkan Pilkada Boven Dzzaigoel. Kemudian, Maret 2011, Yusak yang menjabat Ketua DPC Partai Demokrat, dilantik menjadi Bupati Boven Digoel periode 2011-2016 tapi kemudian dinonaktifkan oleh Mendagri karena status hukumnya meningkat menjadi terpidana. (Reza Indrayana)




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>