Miris, 2 Nenek Bersaudara Ini Jualan Keliling
Tanggal Posting : Minggu, 19 Juni 2022 | 06:39
Pengirim : Sulton Al Farraby - Dibaca : 211 Kali
Foto ilustrasi dua nenek

Jakarta, Jurnalinfo.com-Kisah nyata ini terjadi pada pagi hari di sekitar Duri Kosambi, Jakarta Barat. Saya bertemu dengan dua orang nenek renta yang berjalan beriringan. Menikmati libur panjang, biasanya sata melakukan aktivitas olahraga di dekat rumah.


Tak sengaja saat melakukan rutinitas pagi itu mata saya menatap sosok nenek- nenek renta yang berjalan pelan. Mereka berdua menyusuri jalanan di bahu jalan sebalah kiri. Mereka berdua tak dengan wajah yang ikhlas masuk keluar jalan kompleks perumahan.

Langkahnya sangat pelan jika dibandingkan denga.n langkah para pekerja ibu kota yang selalu tampak terburu-buru. Tangan kanannya memegang payung yang sekaligus dijadikan tongkat penyeimbang tubuhnya yang renta. Semengtara tangan kanannya yang ringkih harus menanggung beban berat dagangannya.
Kedua nenek renta itu memakai kain kebaya dan kain jarik, khas perempuan.

Meski tampak lemah, kedua nenek tersebut tetap bersemangat mencari rezeki untuk memperpanjang hidup sehari-harinya. Pemandangan pagi yang sangat mengharukan, di saat orang-orang seusianya telah
pensiun dan menikmati hari tuanya dengan bersantai, bercengkerama dengan anak cucunya, dua nenek ini masih berjuang mencari penghidupan.


Namun diam-diam rasa kagumku menuntun kakiku untuk menghampirinya tepat di depan warung sebuah toko kelontong. Kekagumanku pada dua orang nenek tersebut adalah mengenai pilihannya untuk tetap berjualan, mencari uang dengan cara terhormat dibanding menjadi peminta-minta yang bisa jadi penghasilannya lebih besar. Karena di depan toko waralaba tersebut begitu ramai, banyak orang lalu-
lalang, keluar masuk di toko tersebut.

Penasaranku memuncak, ada banyak pertanyaan yang terngiang-ngiang di kepalaku. Kenapa nenek setua itu masih bekerja keras menyambung hidup? Kamana anak- anak mereka? Namun pertanyaan-pertanyaan itu aku menguburnya di kepala, tak sampai hati untuk bertanya.

Merasa iba, aku bertanya berapa harga makanan yang dijualnya. Dua nenek itu berjualan makanan khas Sunda seperti cilok, perkedel, bacang dan lainnya. Harga makanan satunya hanya 2 ribu rupiah saja. Namun tak tampak ada pembeli yang menghampirinya. Untungnya aku punya sedikit rezeki uang tambahan buat dua
nenek malang ini.

Sungguh perjuangan yang sangat luar biasa mengagumkan. Dua orang nenek yang baru kali ini aku temui, sudah setua ini namun masih mampu berjuang mencari nafkah sendiri. Bahkan di kampungku sendiri tak ada nenek sekuat mereka.

Yang lebih mengejutkan, ternyata dua nenek tersebut a dalah kakak beradik. Mereka
berasal dari Ciputat, Tangerang Seletan, Banten, Jarak yang cukup jauh bukan?

Teman Mari kita sama-sama doakan semoga mereka selalu diberi kesehatan,kelancaran dalam usahanya,kekuatan dan selalu dalam lindungan Allah SWT, Amien YRA,

SULTON AL FARRABY




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

https://www.esaunggul.ac.id
https://www.beritajakarta.id
https://persija.id
Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

JURNAL INTERNASIONAL

JURNAL HIBURAN

JURNAL PARIWISATA

JURNAL URBAN

JURNAL HAJI DAN UMROH

JURNAL IDUL FITRI 1443 H

JURNAL NASIONAL

JURNAL NASIONAL

loading...
target=_blank>


target=_blank>