Nasib Anas Kian Mengenaskan
Tanggal Posting : Rabu, 20 Februari 2013 | 00:04
Pengirim : redaksi - Dibaca : 883 Kali

Jakarta, Jurnalinfo--Nasib Ketua Umum DPP Partai Demokrat(PD) Anas Urbaningrum, kian hari kian mengenaskan. Masalah gratikasi satu unit mobil Toyota Harrier yang diberikan oleh Nazarudin, ketika Anas masih menjadi anggota DPR RI bakal menjadikannya tersangka, oleh KPK.
Meskipun tudingan miring itu telah dibantah oleh satu anggotaTim Kuasa Hukum PD, Firman Wijaya.

"Kepemilikan mobil itu adalah transaksi keperdataan biasa, berupa jual beli," ujar Firman.

Dia menjelaskan kronologi pembelian mobil itu. Pada sekitar Agustus-September 2009, ada beberapa kali pembicaraan antara Anas dan M Nazaruddin, bendahara umum Partai Demkrat saat itu mengenai pembelian mobil Anas.

Dari pembicaraan 'incidental' tersebut, muncul ide untuk membeli mobil merek Toyota Harrier. "Nazaruddin menawarkan untuk menalangi pembelian dan Anas akan mencicil kepada Nazaruddin," kata Firman.
Pada akhir Agustus 2009, Anas menyerahkan uang muka Rp 200 juta kepada Nazaruddin. Uang itu menjadi uang muka Anas kepada Nazaruddin untuk membeli mobil. Di sana ada Saan Mustopa, Pasha Ismaya, Sukardi, Nazaruddin, dan Maimara Tando.

Dari media, belakangan diketahui untuk menutupi kekurangan pembayaran mobil yang dibeli secara tunai oleh Nazaruddin ke Showroom, ternyata digunakan cek atas nama PT Pasific Putra Metropolitan.
Mobil diambil dari kantor Nazaruddin pada 12 September 2009 oleh Nurahmad, staf Anas. Anas sendiri tidak mengetahui bagaimana detail pembelian proses pengurusan surat.

Firman melanjutkan, pada Februari 2010, Anas membayar cicilan kedua Rp 75 juta kepada Nazaruddin, disaksikan M Rahmad, staf ahli Anas.
Pada akhir Mei 2010, setelah kongres Partai Demokrat di Bandung, Anas mendapatkan pertanyaan dari rekan sejawat dan mendengar kabar yang beredar di luar, mobil itu pemberian Nazaruddin kepada Anas.
Anas memutuskan untuk mengembalikan mobil itu. "Pada saat itu Nazaruddin menolak dengan alasan rumahnya sudah penuh dengan mobil dan akhirnya dia meminta mobilnya dijual saja untuk dikembalikan mentahnya," kata Firman.

Pada Juli 2010, Anas menyuruh Nurachmad untuk menjual mobil Harrier. Mobil dijual ke showroom di Kemayoran seharga Rp 500 juta.
Showroom mentransfer uang jual beli mobil itu ke rekening Nurohmad pada 12 Juli 2010. Selajutnya, Nurachmad mencairkan uang itu pada 13 Juli 2010. Nurachmad kemudian diminta Anas untuk menyerahkan uang hasil penjualan mobil ke Nazaruddin.

Setelah menghubungi Nazaruddin melalui telepon dan SMS, akhirnya disepekati bertemu di Plaza Senayan pada 17 Juli 2010. Nurachmad pergi bersama Yadi dan Adromi, saksi yang diajak untuk penyerahan uang dengan membawa uang hasil penjualan mobil tersebut sebesar Rp 500 juta dalam bentuk tunai.

Saat di pertemuan itu, Nazaruddin mengatakan tidak bisa datang. Dia mengirim ajudannya yang bernama Iwan untuk mengambil uang tersebut. Setelah tiga orang itu makan, Iwan datang. Nurachmad menyerahkan kepada Iwan. Nurachmad kemudian menanyakan melalui SMS kepada Nazaruddin dan dijawab uang tersebut sudah diterima.

Atas inisiatif Nurachmad, dibuat tanda terima yang ditandatangani Iwan sebagai bukti serah terima. Keesokan harinya, Nurachmad kembali memastikan dengan berkirim SMS kepada Nazaruddin untuk menanyakan perihal uang yang sudah diserahkan kepada Iwan.

Melalui SMS, Nazaruddin menyatakan uang sudah diterima. "Nah, selanjutnya persoalan mobil dianggap selesai. Pada Juli 2001, Anas mengundurkan diri dari DPR," kata Firman.

Menurut Firman, dari penjelasan di atas bisa disimpulkan kepemilikan mobil Harrier Anas merupakan transaksi jual beli biasa. Sebagai pembeli, Anas menunjukan itikad baik dengan membayar uang muka dan angsuran sesuai kesepakatan. (rei)

 




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>