Pemilik Diet Special Needs Minta Pemerintah Bantu UMKM
Tanggal Posting : Minggu, 25 Juli 2021 | 11:24
Pengirim : Ratna Dewi - Dibaca : 123 Kali
Foto ilustrasi diet

Jakarta, Jurnalinfo.com- Pemilik bisnis kuliner Diet Special Needs, Iman Santosa berharap pemerintah memberikan perhatian pada pengusaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor makanan sehat.
Iman mengatakan, masalah pendanaan merupakan hambatan terbesar yang dihadapi UMKM dalam mengembangkan usaha makanan sehat bagi orang-orang yang menjalani diet khusus.

"Kami berharap pemerintah bisa membantu pendanaannya agar kami bisa berkembang karena ternyata di Indonesia yang punya penyakit itu banyak. Kasihan mereka sulit cari makanan sehat, mereka makan itu-itu aja," kata Iman saat dihubungi ANTARA melalui telepon pada Rabu.

Iman melanjutkan, bahan-bahan yang digunakan untuk membuat makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi oleh orang-orang dengan pantangan khusus ternyata cukup sulit ditemukan.

Sebelum mendirikan bisnisnya itu, Iman mengaku sangat kesulitan mendapatkan makanan sehat yang bisa dikonsumsi oleh anaknya yang menderita autis. Sehingga, menurut Iman, kehadiran pelaku usaha makanan sehat sangat membantu mereka yang tak bisa makan secara bebas seperti orang-orang pada umumnya.

"Saya alami sendiri bagaimana susahnya mencari makanan yang bisa dikonsumsi khususnya bagi anak kami yang autis, itu luar biasa susah," ujar Iman.

"Kita berharap bisa mengolah dari bahan-bahan lokal yang sehat yang organik dan higenis, dan hambatan kita memang pendanaan," tambahnya.

Iman juga mengatakan, masalah pendanaan juga menjadi hambatan untuk mengembangkan bisnisnya, salah satunya membuka cabang agar produk lebih mudah didapatkan oleh konsumen.

"Rencananya akan buka (cabang) sih nantinya, bertahap. Intinya ya kembali ke masalah pendanaan itu. Sedang kita coba," tuturnya.

Selain itu, Iman juga berharap bantuan pemerintah karena banyak pelaku UMKM termasuk dirinya mengalami penurunan omset sejak pandemi COVID-19.

"Kita omzet sehari tuh rata-rata Rp2 juta sampai Rp3 juta, sebelum pandemi kan bisa Rp3,5 jutaRATsampai Rp4 juta," tandasnya. 

RATNA DEWI/ANTARA




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

https://www.iisip.ac.id/pmb
https://www.graharaya.com/product/produk-terbaru
https://timindonesia.id/
Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

JURNAL NASIONAL

JURNAL HIBURAN

JURNAL PARIWISATA

JURNAL URBAN

JURNAL HAJI DAN UMROH

JURNAL IDUL ADHA 1442 H

JURNAL NASIONAL

loading...
target=_blank>


target=_blank>