Pemkot Tangerang Akan Panggil Manajemen RS Mulya Terkait Keluhan Operasi Katarak yang Membuat Buta
Tanggal Posting : Jumat, 8 Februari 2019 | 10:49
Pengirim : Dodi Rustandi - Dibaca : 204 Kali
RS Mulya Tangerang

Tangerang, Jurnalinfo.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, akan memanggil manajemen Rumah Sakit (RS) Mulya di Kecamatan Pinang, terkait adanya keluhan operasi katarak yang memakan korban.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Lisa Puspadewi mengatakan, pemkot memiliki fungsi pembinaan dan pengawasan (binwas) kepada setiap RS di wilayahnya.

"Nanti kita akan panggil manajemen rumah sakit untuk dimintai keterangan dan klarifikasi," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Lisa Puspadewi, Rabu, 6 Februari 2019.

Lisa menjelaskan, pertama Dinkes Kota Tangerang akan meminta keterangan manajemen RS. Menurutnya, Dinkes tak bisa serta-merta mencabut izin. Namun jika terbukti menyalahi prosedur pelayanan kesehatan yang ada, Dinkes tak segan akan mengambil tindakan tegas.

"Makanya kita panggil dulu kita konfirmasi ke pihak RS. Kalau ditemukan kesalahan prosedur kita akan cabut izin operasionalnya," katanya.

Sebanyak empat pasien orang mengalami kebutaan setelah melakukan operasi katarak di RS Mulya, pada Minggu, 27 Januari 2019. 

Keempat pasien tersebut kehilangan penglihatan pada salah satu matanya usai menjalani operasi pengangkatan mata di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, karena matanya bernanah setelah operasi katarak di RS Mulya.

Kuasa hukum pasien, Hika Putra mengatakan, ada 17 pasien yang dioperasi katarak secara bersamaan. Namun, 10 di antara 17 pasien itu mengeluh matanya tak bertambah baik, justru memburuk kondisinya, setelah melakukan operasi.

"Terjadi infeksi, dampak negatif medis akibat operasi. Empat orang pasien sudah berikan kuasa hukum secara tertulis, satu lisan, sisanya belum masih fokua kesehatan," kata Hika, setelah melakukan mediasi dengan pihak RS Mulya.

Menurutnya, setidaknya ada lima pasien hingga saat ini yang bola matanya diangkat di RSCM akibat operasi katarak yang dilakukan di RS Mulya.

Dari 17 pasien yang melakukan operasi bersamaan pada Ahad itu, hanya dua orang yang kondisinya membaik.

Ia mengklaim, sebelum menampung keluhan pasien, dirinya juga sudah meminta keluarga pasien berkonsultasi dengan dokter mata.

Dari hasil konsultasi itu, ada dugaan kelasahan prosedur saat operasi dilakukan.

Lanjutnya, melalui mediasi yang dilakukan dengan pihak RS Mulya, para keluarga ingin diberikan penjelasan resmi. Jika ada kesalahan prosedur, manajemen RS harus mengakuinya.

"Apabila RS mengakui teledor, keluarga ingin minta tanggung jawab," ucap Hika.

Menurut Hika, pihak RS Mulya sadar ada kejadian yang tidak biasa. Namun, manajemen rumah sakit meminta waku sampai Senin, 11 Februari 2019, untuk klarifikasi secara resmi. 

"Akan ada upaya investigasi dari rumah sakit untuk memeriksa. Ada itikad baik. Tapi, kita buktikan pada hari Senin," jelas Hika.

Hika juga berencana untuk berkoodinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinkes, dan semua pihak terkait, untuk menyelesaikan masalah itu, apabila tidak ada itikad baik dari RS.

Kadiv Humas dan Marketing RS Mulya Ade Suhendi mengatakan, seluruh tindakan medis dilakukan sesuai dengan prosedur.

Sejak awal diketahui adanya keluhan, lanjut dia, RS Mulya langsung mengambil langkah penyelamatan dengan membawa atau merujuk pasien ke RSCM.

"Jadi seluruh pasien yang dilakukan operasi pada 27 Januari, baik yang komplikasi maupun yang clean tetep kami bawa ke RSCM untuk memastikan," kata dia.

Ade menuturkan, dari keseluruhan pasien yang operasi katarak pada hari itu, tujuh orang dinyatakan tak ada masalah oleh RSCM. Sementara yang lainnya masih dalam penanganan medis. Meski begitu, ia menegaskan, RS Mulya akan bertanggung jawab dengan mengatasi permasalahan itu. DODI RUSTANDI

 




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>