Perum Perumnas Targetkan Revitalisasi Rusun Klender Akhir Tahun Ini
Tanggal Posting : Jumat, 2 Agustus 2019 | 17:48
Pengirim : Reza Indrayana - Dibaca : 228 Kali

Jakarta, Jurnalinfo.com-Perum Perumnas menargetkan akan mulai merenovasi rusun Klender, Jakarta Timur akhir tahun 2019 ini. Apalagi persyaratan administratif, seperti lebih dari 60 persen tanda tangan persetujuan renovasi rusun sesuai dengan amanat undang-undang. Hal tersebut disampaikan  Manajer Keuangan, Hukum dan SDM Perumnas Hera Satriadiana, saat wartawan ditemui di Kantor Perumnas Regional III Klender, Jakarta Timur, Jumat (2/8/2019).

Hera mengakui awalnya memang Perumnas tidak bisa melakukan pembangunan karena persetujuan warga belum mencapai 60 persen. Karena menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 hal tersebut harus terpenuhi.

Namun seiring waktu, karena sosialisasi terus menerus akhirnya pada akhir tahun 2018 yang menyetujui sudah lebih dari 60 persen.

Hera mengakui, sudah banyak solusi yang diberikan kepada pemilik rusun. "Jika nanti rusun jadi direvitalisasi, kami sudah menjamin bahwa pemilik lama akan tetap bisa memiliki. Hal itu berdasarkan surat pernyataan jaminan kepada pemilik," jelasnya.

Sebelumnya, salah satu mantan pengurus PPRS mengaku warga yang sudah setuju merasa gundah karena sampai hari ini Perumnas terkesan maju mundur meskipun sudah ada modal 61 persen. Dikhawatirkan pihak Perumnas ingin menaikkan dukungan warga sampai 90 persen.

"Dengan target Perumnas itu bagi warga adalah hal yang mengada-ada. Dan ini mengakibatkan warga menduga karena tidak adanya penjelasan yang clear," katanya.

Karena itu, lanjut dia, kami menyimpulkan target 90 persen akan membuat yang menolak seakan-akan mendapat angin kembali untuk semakin keras menolak, bahkan kemungkinan akan menaikkan bargaining.

"Dengan target 90 persen yang ingin dicapai Perumnas, membuat proses revitalisasi yang sudah dimulai 4 tahun lalu dikuatirkan akan semakin lama lagi dan itu menyandera warga dalam ketidakpastian," tambahnya.

"Selain itu teman-teman juga khawatir warga akan hilang kepercayaan ke Perumnas dalam menjalankan program revitalisasi ini. Itu yang menjadi pemikiran teman-teman saat ini, untuk itu kami warga rusun akan berusaha bertemu direksi Perumnas untuk mengclearkannya," ujarnya.

Hera kembali menimpali, "Adapun poin-poin dari perjanjian tersebut yaitu pertama penggantinya sesuai dengan apa yang sudah ada saat ini bahkan kualitasnya lebih meningkat. Kedua, mengenai sertifikat, kalau itu masih pemilik yang asli langsung diurus secara gratis sampai dengan pembaharuan".

Hera menambahkan, yang dimaksud pembaharuan itu nanti sertifikatnya dari nol lagi, jika startnya 2020, maka itu akan berlaku sampai dengan 2070. Saat dalam tahap pembangunan. Perumnas juga akan memberikan BHS (Biaya Hunian Sementara), yang nilainya nanti akan ditetapkan sesuai dengan tipe rusun dan tahun berjalan yang kompeten.

Pada prinsipnya, lanjut Hera, dari segi bisnis Perumnas tidak akan merugikan masyarakat, namun yang pasti akan menguntungkan. Ia mencontohkan, jika nilai jual sekarang sekitar 200 juta, sudah pasti akan mengalami kenaikan harga jika bangunan itu baru.

"Rencananya kami akan membangun 24 lantai, karena kita sudah mendapat izin ketinggian dari keselamatan penerbangan hanya 80 meter. Jadi rencananya pemilik lama akan kita tempatkan di lantai 4 ke atas," tegasnya. Reza Indrayana




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>