Pintarso Pernah Tegur Penyerobot Lahan di Pulau Pari
Tanggal Posting : Rabu, 25 Juli 2018 | 19:59
Pengirim : Reza Indrayana - Dibaca : 158 Kali
Saksi Pintarso Adjanto, pernah menegur terdakwa Sulaiman, yang membangun homestay di lahan miliknya

Jakarta, Jurnalinfo.com- Pelapor sekaligus saksi , Pintarso Adjanto, dalam sidang lanjutan penyerobotan lahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, pernah menegur terdakwa, Sulaiman yang membangun homestay di lahan miliknya, untuk disewakan kepada wisatawan.

"Kami sudah melakukan teguran secara lisan, maupun memberikan somasi. Tapi mau bagaimana dia tetap cuek," ucap Pintarso dalam perkara sidang di PN Jakarta Utara, Gajah Mada, Jakarta Pusat.

Karena tak menunjukkan itikad baik, Pintarso kemudian melaporkan hal ini ke polisi. Terlebih dari 4.900 meter tanahnya, 1000 meter dikuasai oleh Sulaiman.

Sebelum kisruh lahan Pulau Pari antara PT Bumi Pari dengan warga berlanjut. Upaya mediasi tak membuahkan hasil. Hingga akhirnya Juni 2018 lalu pihaknya melayangkan somasi yang berlanjut diamankannya Sulaiman.

Dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua, Ramses Pasaribu itu, Pintarso yang merupakan ahli waris menjelaskan Tanah itu telah dibeli oleh pihaknya di tahun 1991 lalu dengan berlandaskan girik.

Di tahun 2014 lalu, girik itu kemudian berubah sertifikat setelah pihaknya mengajukan ke BPN Jakarta Utara. Ini lah yang kemudian menjadi acuan dirinya melaporkan Sulaiman dalam penyerobotan lahan.

"Sertifikatnya nomer 234, atas nama saudara saya dan ibu saya," ucapnya dalam sidang.

Dalam kesempatan itu, ia mengakui lahan yang menjadi penyerobotannya telah dipasang melalui plang nama. Setiap harinya sejumlah petugas keamanan berjaga dari warga. Petugas itu menghimbau bila ada yang melakukan aktivitas di lahan miliknya.

Pengacara PT Bumi Pari, Eric Branado mengatakan pihaknya mengakui sulaiman telah melanggar konstitusi. Sebab bila memang terdakwa memiliki sertifikat semestinya dirinya telah melaporkan kliennya.

"Tapi ini tidak ada. Silakan gugat kami kalau memang kami melanggar hak mereka. Tapi sampai hari ini kami belum ada gugatan tuh," ucap Eric.

Kedepannya dalam sidang ini Eric berjanji akan mendatangkan petugas BPN Jakarta Utara. Petugas ini menjadi saksi ahli dalam sidang ini.

"Jadi akan terungkap, apakah sertifikat ini palsu atau tidak," ucapnya.

Sulaiman sendiri tampak tegar menghadapi sidang keduanya, ditemani oleh pengacaranya, Tigor Hutapea. Sulaiman berusaha tenang menjawab pertanyaan dari Jaksa Yasin. Reza Indrayana

 




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>