Software AG Keluarkan Prediksi Industri Perbankan Indonesia 2019
Tanggal Posting : Selasa, 29 Januari 2019 | 16:59
Pengirim : Reza Indrayana - Dibaca : 303 Kali
Kantor Pusat Software AG

Jakarta, Jurnalinfo.com- Menurut Software AG, sektor finansial Indonesia akan terus mengalami kemajuan pada tahun 2019, mengingat betapa pesatnya perkembangan sistem
pembayaran serta munculnya banyak aplikasi baru yang mendukung pinjaman peer-to-peer
(P2P). Para investor optimis terhadap prospek layanan finansial di Indonesia - yang saat ini
merupakan pasar teknologi finansial yang paling menarik di Asia Tenggara

"Lembaga keuangan di seluruh Indonesia mulai beradaptasi dengan era digital dan mengembankan
sistem-sistem lama mereka secara agresif. Kami berharap lembaga keuangan negeri akan
terus mengambil langkah lebih lanjut dalam inisiatif transformasi digital mereka, menandai
era baru dunia digital, dengan adopsi open banking, pembiayaan usage-based, dan Internet
of Things (IoT) "kata Anneliese Schulz , Vice President Asia.

Peranan penting Developer pihak ketiga dalam transformasi digital
Industri perbankan Indonesia akan merangkul open banking sebagai langkah lanjut
transformasi digital. Layanan finansial akan berevolusi, karena aplikasi-aplikasi baru yang
dimunculkan developer pihak ketiga kini menjadi bagian tidak terpisahkan dari penawaran
layanan lembaga keuangan.

Dengan adanya dorongan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada inklusi keuangan serta
adopsi sistem pembayaran elektronik, lembaga-lembaga keuangan di Indonesia akan
mempercepat laju pembangunan di tahun mendatang. Inovasi-inovasi perbankan yang mendorong inklusi keuangan Lembaga keuangan diharapkan dapat berinovasi dalam setiap tingkatan untuk memperbarui engalaman pelanggan serta mendorong inklusi keuangan di Indonesia.

Setelah bertahun-tahun berinvestasi pada mobile atau teknologi interaksi dengan klien, penyedia layanankeuangan menyadari akan perlunya otomatisasi cerdas dan menyeluruh akan proses mereka setelah mereka mencapai batas memberikan pengalaman kontekstual kepada pelanggan.Melihat posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar kedua ASEAN namun sekaligustertinggi dalam jumlah penduduk yang tidak memanfaatkan jasa lembaga

keuangan bank dan non bank, pada tahun 2019 akan ada peningkatan permintaan untuk
solusi yang mendorong inklusi keuangan. Penggunaan machine learning dan RPA (Robotic
Process Automation) yang pragmatis dan fokus akan mendorong produktivitas terutama
pada aktivitas bernilai rendah dan akan meningkatkan pengalaman pelanggan secara
menyeluruh.

Start-up klaim pangsa pasar
Tahun 2019 menghadirkan peluang bagi bank-bank challenger yang memiliki infrastruktur
digital modern agar dapat memperoleh pangsa signifikan di pasar yang sebelumnya
didominasi oleh bank-bank besar. Bank-bank challenger sudah meninggalkan posisi start-up,

dan inovasi seperti Cashlez yang menawarkan sistem pembayaran point-of-sale, berhasil
mendapatkan kedudukan di pasar serta menarik investasi yang signifikan. Dengan Fintech
Hub yang baru-baru ini diluncurkan oleh OJK yang mendorong adopsi program inkubator
inovasi di Indonesia, bank-bank besar harus meningkatkan upaya digitalisasi agar tidak
ketinggalan zaman. REZA INDRAYANA 




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>