Tergiur Bisnis Uang Merah, Direktur Perusahaan Batubara Gelapkan Uang Perusahaan Rp795Juta
Tanggal Posting : Senin, 8 Mei 2017 | 18:02
Pengirim : redaksi - Dibaca : 962 Kali
Terdakwa Timmy Karfendi di PN Jakarta Selatan

Jakarta, Jurnalinfo.com-Tergiur bisnis uang merah atau polymer pecahaan Rp.100.000 senilai Rp.180 Milyar yang terdiri 2 kotak emisi tahun 1997, 1 kotak emisi tahun 1999 yang akan di konversikan kemata uang USD. Timmy Karfendi sebagai Direktur Pembelian dan Penjualan PT.Delima Mustika Kencana atau DMK, yang ber- gerak di bidang batubara, nekad menggelapkan uang perusahaan tempatnya bekerja sebesar Rp.795 juta, dan telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Bachtiar Sukria sebagai Direktur Operasional yang telah diberi kuasa oleh Thian Lie Thong sebagai Direktur Utama PT.Delima Mustika Kencana, dengan didampingi kuasa hukum Golfrits Mustopo Hasudungan Tambunan, SH, MH.

Di dalam proses penyidikan, baik Timmy Karfendi maupun Wibowo Muliawan Karfendi adik dari Timmy Karfendi yang menjabat sebagai Direktur keuangan sempat menghilang, tapi pihak berwajib dapat membekuknya saat pulang di kediamanya di Suntermas Blok T 12, Jakarta Utara.

Sedangkan Wibowo Muliawan Karfendi diduga saat ini berada di Negara Filipina yang sebelumnya telah dideportasi dari Negara Amerika Serikat.

Menurut keterangan Timmy Karfendi kepada Bachtiar bahwa batubara sebanyak 700 mt akan dibeli oleh PT.Pasific Food yang terletak di Purwakarta Jawa Barat dan sebagai Manager dari pabrik bihun tersebut adalah M.Luthfi Agil. Sedangkan sisa dari 1000 mt yaitu 300 mt dikatakan Timmy Karfendi telah susut, sedangkan bachtiar telah tau bahwa stock batubara tersebut telah tidak ada sejak akhir 2013 sesuai keterangan dari H. Makmur Susilo sebagai pemilik stockpile PT.Astria, dan di buktikan dengan keterangan keluar dan masuk batubara yang di titip oleh timmy karfendi yang diberikan ke PT.DMKDalam pertemuan beberapa kali Bachtiar diberikan cek oleh Luthfi Rp.500 juta sebagai pembayaran batubara 700 MT.

Bachtiar menolak karena Timmy harus bertanggung jawab batubara sebanyak 1000 MT.

"Sampai saat ini secara fisik saya belum melihat batubara tersebut dan kalau memang sudah terjual mana uangnya bila belum terjual dimana Batubara tersebut," ujar bachtiar kepada Timmy. Kemudian Bachtiar pun menegur Luthfi kenapa kalian tega membohongi saya dan Luthfi dikesempatan minta bertemu dengan saya untuk menyatakan bahwa semua rekayasa timmy, dia mau berbuat ini karena sudah diberi uang timmy -/+ Rp.300 juta yang diberikan oleh Wibowo dan timmy secara bertahap untuk bisnis uang Merah atau uang Polymer karena gagal Timmy minta penggantian sebesar Rp.500 juta untuk diberikan ke PT.DMK.

"Saya tidak mau tau urusan kalian, saya hanya minta kalian bertanggung jawab atas batubara 1.000 mt milik PT Delima Mustika Kencana," tegas Bachtiar.

Persidangan kasus penggelapan dengan terdakwa terus digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dengan agenda masih mendengarkan keterangan dari sejumlah saksi pelapor. REI
Pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Agnes Renitha Butar butar SH menjelaskan pada Juli 2013, terdakwa yang bekerja sebagai Direktur Pembelian dan Penjualan PT.Delima Mustika Kencana yang bergerak dibidang pembelian dan penjualan batubara, disepakati bahwa pembayaran upah berdasarkan sistim bagi hasil, dimana pembelian batubara menggunakan uang Sdr. Thian Lie Thong selaku Direktu Utama, dan terdakwa akan memberikan keuntungan Rp.30.000/MT (Tiga puluh Ribu Rupiah per metrik ton) kepada sdr.Thian Lie Thong. Telah melakukan pembelian batubara dari CV.International Coal sebanyak 1.000 Mt (seribu Metrik ton) batubara berkualitas Asalan Tipikal High kalori dengan harga Rp.795.000.000,- untuk 1.000 MT.

Dalam fakta persidangan selanjutnya batubara tersebut seluruhnya sebanyak 1.000 MT terdakwa jual kepada pembeli yaitu pada bulan Agustus 2013, kepada Sdr.Teguh Suprayitno sebanyak 450 MT dengan harga nilai jual Rp.400.000.000,-, namun untuk pembayaran pembelian batubara tersebut belumdibayar lunas oleh Teguh Suprayitno dan baru di bayar Rp.20.000.000,- dan uang pembayaran tersebut telah terdakwa setorkan kepada Sdr.Thian Lie Thong melalui rekening BII milik terdakwa ke rekening BCA milik anak Sdr. Thian Lie Thong, selanjutnya pada bulan September 2013,terdakwa melakukan penjualan batubara kepada Sdr.Muhamad Luthfi Agil dari PT.Pasific Food sekitar 100 MT (seratus metrikton ) dengan nilai penjualan Rp.800.000 per metrik ton, dan uang penjualan batubara tersebut telah dibayar lunas oleh PT.Pacific food pada bulan September 2013 kepada terdakwa sebesar Rp.100.000.000,- dan uang hasil penjualan batubara tersebut belum terdakwa setorkankepada PT.Delima Mustika Kencana selaku pemilik batubara tambah Agnes.

Kemudian pada bulan November 2013 terdakwa melakukan penjualan batubarakepada PT.Bina Karya Prima sekitar 450 MT(empat ratus lima puluh metrik ton) dengan nilai harga Rp.400.000.000 (Empat Ratus Juta Rupiah) yang telah dibayarkan kepada terdakwa dengan cara transfer dari rekening PT.Bina Karya kepada rekening Mandiri atas nama terdakwa, dan uang hasil penjualan tersebut belum terdakwa setorkan kepada PT.Delima Mustika Kencana selaku pemilik batubara.
Bahwa uang penjualan batubara sebesar Rp.500 juta yang seharusnya terdakwa setorkan kepada PT.Delima Mustika Kencana tersebut , pada hari dan tanggal yang terdakwa tidak ingat lagi dalam bulan Desember 2013, di Food Court Bidakara Jakarta Selatan , tanpa seizing dan sepengetahuan Thian Lie Thong selaku pemilik dari uang Rp.500.000.000,- dari hasil penjualan batubara, telah terdakwa serahkan kepada Muhamad Luthfi Agil untuk keperluan terdakwa sendiri yang akan di pergunakan untuk membayar biaya sewa kendaraan jasa pengangkut uang tunai.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan di ancam pidana berdasarkan ketentuan Pasal 374 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. REI.

 




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Belum ada berita


Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>