Warga Tangsel Keluhkan Permohonan Legalisir KK
Tanggal Posting : Selasa, 18 Juni 2019 | 12:26
Pengirim : Dodi Rustandi - Dibaca : 188 Kali

Tangerang, Jurnalinfo.com- Loket pelayanan di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ramai. Sempat terjadi perdebatan antara warga pemohon legalisir Kartu Keluarga (KK) dengan petugas jaga.

Mirnawati, warga Ciater, Kecamatan Serpong, mengaku sempat sewot saat dirinya mengajukan permohonan legalisir KK. Sebab petugas jaga menyatakan permohonan tersebut tidak diperlukan untuk syarat Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMA.

"Pas saya kasih tau bukti persyaratan akhirnya itu petugas diam," katanya ditemui wartawan di Cilenggang, Kecamatan Serpong, Senin (17/6/2019).

Menurutnya, Kepala Disdukcapil Kota Tangsel, Dedi Budiawan akhirnya turun tangan. Ia mencoba menenangkan kerumunan warga yg terlanjur emosi.

Mirnawati bilang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten mewajibkan kepada warga pendaftar PPDB online tingkat SMA menyertakan legalisir KK. "Ternyata dari provinsi enggak ada koordinasinya dengan sini," ujarnya.

Mirnawati pun, mengaku telah datang mengantre sejak pagi hari. Agar proses legalisir bisa segera rampung. "Syaratnya itu banyak, salah satunya legalisir KK," ujarnya.

PPDB SMA, Syarat Legalisir KK Diusulkan Segera Dicabut

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Dedi Budiawan mengusulkan persyaratan legalisir Kartu Keluarga (KK) agar segera dicabut.

"Sebenarnya jika sudah diteken saya KK itu sudah pasti benar," ungkapnya kepada wartawan di kantornya, Cilenggang, Kecamatan Serpong, Senin (17/6/2019).

Menurutnya, jika ada pemalsuan dokumen administrasi kependudukan maka sistem online pasti menolak. Sehingga penerapan sistem manual ini dianggapnya tidak efektif.

"Kasihan kan warga harus antre, ini engga efisien. Untuk apa online jika cara-cara manual masih dilakukan," terang Dedi.

Ia bilang, untuk proses melegalisir setiap KK membutuhkan waktu sekitar lima menit. Hari ini saja tercatat ada 200 orang pemohon yang datang mengajukan legalisir.

Diprediksi jumlah pemohon akan terus bertambah itu masih akan terus bertambah. "Sudah 200 lebih, ini baru hari pertama. Maka saya akan mengusulkan syarat itu untuk dicabut," jelasnya. DODI RUSTANDI

 




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>