XL Manjakan Konsumen Lewat Tranformasi Jaringan
Tanggal Posting : Rabu, 12 Februari 2014 | 20:32
Pengirim : redaksi - Dibaca : 1103 Kali
VP Service Partnership Management XL, Cut Nosy (Foto: Reza)

Jakarta, Jurnalinfo.com--Operator seluler,  PT XL Axiata Tbk, semakin memanjakan lebih dari 60 juta pelanggannya konsumennya dengan meningkatkan kualitas jaringan. Salah satunya yang baru dilakukan adalah mengimplementasikan program transformasi jaringan. Untuk tahap awal ada 4 kota yang dikerjakan yakni Jakarta, Bogor, Surabaya dan Malang. Dengan mengucurkan dana Rp 280 miliar.

“Dengan perbaikan kualitas jaringan, kami mengharapkan pelanggan dapat menikmati kemudahan, kehandalan, ketersedian, cakupan dan kapasitas jaringan XL yang akhirnya memberikan yang terbaik dalam menggunakan layanan XL seperti Voice, SMS dan Data,” Ungkap Ongki kurniawan, Direktur Service Management XL di Menara Prima Jakarta (12/2).

Ongki juga menjelaskan, program trasformasi jaringan ini, menjalankannya dengan menggunakan pendekatan holistic yang melibatkan aspek teknis dan aspek bisnis.

Evaluasi dan pemantauan secara menyeluruh terus dilakukan atas implementasi tahap pertama di empat kota tersebut. Sejak dimulai pada akhir tahun lalu, hasilnya menunjukan kecendrungan yang positif. Hal ini ditandai dengan peningkatan traffic voice dan data , meningkatnya cakupan sinyal, meningkatnya pelanggan yang menggunakan jaringan 3G serta menurunnya drop call.

Untuk program ini, XL bekerja sama dengan dua perusahaan jaringan yaitu PT Ericsson Indonesia dan PT Huawei Tech investment.

Sampai dengan saat ini XL telah melayani lebih dari 60 juta pelanggan di seluruh Indonesia tersebar dari Sabang hingga Merauke, dan didukung dengan ketersediaan infrastruktur jaringan Fiber optic, serta BTS sebanyak 44.946 ( 29.878 BTS 2G dan 15.068 BTS 3G).


Sedangkan, Cut Noosy, VP Service Partnership Management XL, mengatakan,  tingkat drop call (panggilan gagal atau putus hubungan) pada layanan suaranya sempat mencapai tiga persen secara nasional. Meski tidak melebihi ambang batas yang ditetapkan pemerintah untuk maksimal tingkat drop call, yakni lima persen, XL mengakui angka tiga persen termasuk tinggi.

"Seharusnya dua persen, tidak lebih dari itu. Karena itu batas yang acceptable, bisa ditolerir oleh pelanggan," ungkap Cut Noosy.

Tranformasi jaringan yang dilakukan XL dilakukan beberapa tahap dan tahap pertama sudah selesai sejak dilakukannya pada akhir 2013. Namun tidak ditargetkan kapan selesainya, karena akan dilakukan secara kontinu.

Pemilihan empat kota tersebut merupakan prioritas utama dari program tersebut, kata Cut Noosy. Menurutnya, pihaknya melalui tim pemasaran menyatakan untuk fokus di empat kota itu setelah melihat current performance.

"Sebelum dilakukan transformasi jaringan, jangkauan jaringan dan drop call sangat parah. Semua melebihi batas kewajaran konsumen. Sekarang drop call sudah di bawah 3% dan coverage meningkat 40%," lanjutnya.(Reza Indrayana)




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

Nasional

Hiburan

Pariwisata

Ekbis

Komunitas

Urban

Kesehatan

Internasional

Olah Raga

loading...
target=_blank>


target=_blank>