Yuk Bayar Zakat Fitrah melalui lembaga resmi
Tanggal Posting : Jumat, 7 Mei 2021 | 06:10
Pengirim : Monique Handa Shafira - Dibaca : 103 Kali
Foto ilustrasi Zakat Fitrah

Jakarta, Jurnalinfo.com- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi sehingga ketika proses distribusi ke mustahik (penerima) dapat dipertanggungjawabkan.

"MUI mengimbau agar dalam pembagian zakat, infak, sedekah dilakukan dengan menyalurkannya melalui lembaga yang resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat lainnya," bunyi tausiyah MUI Nomor: Kep-880/DP-MUI/V/2021 yang terbit pada Kamis.

Tausiyah MUI dalam menyambut Idul Fitri 1442 Hijriah itu ditandatangani Ketua Umum MUI Miftachul Akhyar dan Sekretaris Amirsyah Tambunan.

MUI menyatakan apabila penyaluran zakat lewat lembaga resmi maka dana yang terhimpun dalam jumlah besar dapat dialokasikan secara proporsional. Selain itu, penyalurannya bisa tersampaikan secara tepat sasaran.
Namun apabila tidak memungkinkan melalui lembaga resmi, masyarakat bisa menyalurkannya secara langsung ke mustahik asal dengan catatan lewat perencanaan yang matang.

"Dengan perencanaan yang baik dan benar, dikoordinasikan dengan aparat keamanan terkait, supaya tidak menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan," tulis MUI.

Jelang Idul Fitri, MUI juga menyerukan agar masyarakat berlomba-lomba dalam kebaikan. Karena pada Ramadhan, nilai kebaikan dari setiap aktivitas yang bernilai ibadah menjadi lebih tinggi dari bulan-bulan lain. Bahkan, amal kebaikan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda.

"Setelah menjalani serangkaian ibadah selama bulan Ramadhan dapat lebih meningkatkan kepatuhannya terhadap ajaran Islam dan kepeduliannya terhadap sesama, terutama kepada kaum dhuafa, fakir-miskin, dan anak yatim-piatu terdampak COVID-19, dengan mengeluarkan zakat fitrah, zakat harta, infaq, sedekah dan wakaf," kata dia.

Dalam Tausiyah itu juga MUI meminta agar masyarakat tak melakukan mudik lebaran demi memutus rantai penularan COVID-19. MUI tak ingin kasus meledaknya angka penularan dan kematian di India terjadi di Indonesia.

"Tidak melakukan kegiatan mudik lebaran demi menjaga keselamatan jiwa diri sendiri, keluarga dan warga sekeliling," kata dia.

Pun demikian dengan masyarakat yang akan melaksanakan ibadah Idul Fitri di zona hijau dan kuning agar tetap mematuhi protokol kesehatan seperti pembatasan kapasitas ruangan, memakai masker, rutin mencuci tangan, hingga tidak berkerumun.

MUI juga mendorong pemerintah mengambil langkah tegas dalam setiap upaya menekan angka penularan COVID-19.

"Mengimbau kepada Pemerintah agar tidak ragu mengambil langkah tegas dan bijaksana untuk melindungi keselamatan seluruh warga melalui pembatasan mobilitas warga masyarakat," kata dia.

MONIQUE HANA SHAFIRA/ANTARA




Silahkan Beri Komentar Anda

Berita Terkait

https://www.iisip.ac.id/pmb
https://www.jurnalinfo.com
https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id
Berita Populer
Berita Terbaru
Rabu, 8 Mei 2013 | 18:48
Minggu, 17 Februari 2013 | 22:30
Selasa, 4 Juni 2013 | 23:33
Jumat, 27 Desember 2013 | 13:00
Kamis, 16 Mei 2013 | 16:17
Kamis, 24 Maret 2016 | 08:22
Selasa, 11 Februari 2014 | 14:01
Senin, 11 November 2013 | 17:45
Sabtu, 10 Agustus 2013 | 18:12
Senin, 26 Agustus 2013 | 08:15
Senin, 18 Maret 2013 | 19:24
Kamis, 12 Sepember 2013 | 10:32
Senin, 15 Juli 2013 | 14:44
Selasa, 10 Sepember 2013 | 01:41
Rabu, 29 Januari 2014 | 21:09
Katalog Berita

JURNAL NASIONAL

JURNAL HIBURAN

JURNAL PARIWISATA

JURNAL URBAN

JURNAL HAJI DAN UMROH

JURNAL RAMADHAN & IDUL FITRI 1442 H

JURNAL NASIONAL

JURNAL NASIONAL

loading...
target=_blank>


target=_blank>